Tunawisma merupakan kondisi individu atau keluarga yang tidak memiliki tempat tinggal layak dan mencerminkan kerentanan sosial akibat keterbatasan akses terhadap sumber daya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kerentanan sosial keluarga tunawisma dalam perspektif kesejahteraan sosial, meliputi konsep, faktor penyebab, dampak, serta upaya penanganannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur melalui analisis berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa kerentanan sosial keluarga tunawisma dipengaruhi oleh faktor ekonomi, rendahnya pendidikan, masalah keluarga, serta faktor struktural seperti kebijakan sosial yang belum optimal dan urbanisasi. Dampak yang ditimbulkan meliputi ketidakstabilan ekonomi, stigma sosial, gangguan kesehatan fisik dan mental, serta hambatan akses pendidikan bagi anak. Upaya penanganan yang efektif memerlukan pendekatan komprehensif melalui kebijakan perlindungan sosial, peran pekerja sosial, pemberdayaan ekonomi, serta dukungan masyarakat. Dengan demikian, diperlukan strategi berkelanjutan yang tidak hanya bersifat bantuan sementara, tetapi juga mampu mengatasi akar permasalahan secara struktural.
Copyrights © 2026