Jalan Raya Puncak di Kecamatan Megamendung, Jawa Barat merupakan salah satu koridor utama kawasan wisata yang memiliki tingkat pergerakan lalu lintas tinggi dan fluktuatif. Pada periode akhir pekan dan hari libur, ruas jalan ini sering mengalami kemacetan yang signifikan akibat meningkatnya volume kendaraan, dominasi perjalanan wisata, serta tingginya hambatan samping seperti aktivitas parkir di badan jalan, pergerakan pejalan kaki, dan kendaraan keluar-masuk akses lokal. Kondisi tersebut menyebabkan penurunan kinerja jalan dan menurunnya tingkat pelayanan bagi pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja lalu lintas Jalan Raya Puncak dan merumuskan solusi peningkatan pelayanan jalan menggunakan metodologi Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Metode penelitian menggunakan survei lalu lintas langsung dengan pengambilan data volume kendaraan, kecepatan tempuh, dan hambatan samping selama tiga hari kerja pada segmen sepanjang 1,7 km dari Masjid Jami Syarif Hidayatullah sampai Masjid Besar Nurul Huda. Analisis kinerja jalan menggunakan metodologi PKJI 2023 untuk menghitung kecepatan arus bebas, kapasitas jalan, derajat kejenuhan, dan tingkat pelayanan jalan. Berdasarkan hasil analisis, kecepatan arus bebas sebesar 36,7 km/jam dengan kecepatan tempuh aktual 24,0 km/jam, menunjukkan penurunan kecepatan 33,5%. Kapasitas jalan sebesar 2.533 smp/jam dengan hambatan samping kategori "Sangat Tinggi" (572,7 kejadian/jam). Derajat kejenuhan mencapai kondisi kritis dengan nilai 1,06 pada periode pagi (LOS F), 0,75 pada periode siang (LOS D), dan 1,85 pada periode sore (LOS F), dimana volume lalu lintas telah melampaui kapasitas jalan hingga 85%. Solusi yang direkomendasikan adalah implementasi kombinasi pengurangan hambatan samping dan sistem one-way terbatas yang dapat meningkatkan kapasitas menjadi 3.432 smp/jam (+35,5%) dan memperbaiki tingkat pelayanan menjadi LOS D pada periode pagi dan LOS C pada periode siang hari.
Copyrights © 2025