Perkerasan jalan merupakan salah satu infrastruktur vital yang berperan penting dalam mendukung kelancaran sistem transportasi sekaligus menunjang aktivitas ekonomi masyarakat. Kinerja perkerasan sangat dipengaruhi oleh kondisi lalu lintas, terutama beban kendaraan yang melintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh beban kendaraan berlebih terhadap umur rencana perkerasan kaku dengan menggunakan dua pendekatan, yaitu metode AASHTO 1993 dan Manual Desain Perkerasan (MDP) 2024. Data lalu lintas pada ruas jalan yang diteliti diperoleh dari PT. XYZ dan diolah dengan pendekatan parameter CESAL (Cumulative Equivalent Single Axle Load) berdasarkan dua skenario pembebanan. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa nilai CESAL tahunan tertinggi terdapat pada skenario 1 sebesar 248.955.873, sedangkan skenario 2 memberikan nilai terendah sebesar 51.753.139. Analisis lebih lanjut memperlihatkan bahwa sisa umur rencana perkerasan existing hanya mampu bertahan sebesar 85,457% pada skenario 1 dan 77,109% pada skenario 2. Hal ini menegaskan bahwa beban gandar yang tinggi secara signifikan mempercepat kerusakan struktur perkerasan dengan meningkatkan nilai damage factor.Selanjutnya, perhitungan tebal perkerasan rencana menghasilkan kebutuhan lapis beton setebal 39 cm pada skenario 1 dan 35 cm pada skenario 2, yang keduanya lebih besar dibandingkan kondisi existing sebesar 30 cm. Perbedaan ini menunjukkan bahwa struktur perkerasan saat ini tidak lagi mampu menahan beban lalu lintas selama umur rencana tanpa perkuatan. Hasil perbandingan juga mengindikasikan bahwa metode MDP 2024 cenderung menghasilkan ketebalan yang lebih konservatif dibandingkan AASHTO 1993. Namun demikian, pendekatan MDP 2024 dinilai lebih relevan diterapkan pada kondisi jalan di Indonesia, mengingat metode ini telah disesuaikan dengan karakteristik lalu lintas, iklim, serta standar nasional yang berlaku.
Copyrights © 2025