Perkembangan teknologi digital menghadirkan peluang sekaligus tantangan dalam pembentukan karakter generasi muda, termasuk santri mahasiswa yang aktif menggunakan media siber dalam aktivitas akademik dan sosial. Kondisi ini menuntut adanya kepemimpinan pengasuh yang kuat serta sistem pendidikan yang mampu mengintegrasikan berbagai aspek perkembangan santri secara menyeluruh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan pengasuh dan media siber terhadap karakter santri dengan pendidikan holistik sebagai variabel mediasi pada pondok pesantren mahasiswa modern di Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 396 santri dari tiga pondok pesantren mahasiswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan pengasuh dan media siber berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendidikan holistik dan karakter santri. Analisis menunjukkan bahwa pendidikan holistik memperkuat hubungan antara kepemimpinan pengasuh dan media siber dengan pembentukan karakter santri. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi kepemimpinan pengasuh, pengelolaan media siber yang bijak, dan implementasi pendidikan holistik mampu membentuk karakter santri yang adaptif terhadap perkembangan era digital.
Copyrights © 2026