Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin mendapatkan perhatian luas dalam sektor pendidikan sebagai inovasi yang mendorong peningkatan kualitas dan efisiensi proses pembelajaran. AI memungkinkan personalisasi pembelajaran adaptif sesuai kebutuhan individu siswa serta memberikan dukungan signifikan kepada guru dalam tugas administratif dan evaluasi. Namun, integrasi AI juga menghadirkan tantangan seperti berkurangnya interaksi sosial dan kemampuan berpikir kritis. Penelitian ini menganalisis framing atau pembingkaian AI dalam pendidikan menggunakan kerangka Robert Entman, dengan fokus pada definisi masalah, penafsiran sebab-akibat, evaluasi moral, dan rekomendasi solusi. Hasil analisis mengungkap dualitas narasi antara optimisme teknologi dan kekhawatiran etis yang berkembang di media dan akademik. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pembuat kebijakan dan pendidik untuk mengoptimalkan manfaat AI sambil mengelola risiko sosial dan etika. Pendekatan human-centered dengan kebijakan inklusif menjadi kunci sukses integrasi AI di sektor pendidikan ke depan.
Copyrights © 2025