Efisiensi operasional menjadi hal krusial dalam industri manufaktur, terutama di sektor pakan ternak yang memiliki alur distribusi kompleks dan volume produksi tinggi. Perusahaan XYZ, produsen pakan ternak di Jawa Timur, menghadapi kendala dalam pengelolaan produksi dan distribusi, terutama dalam proses penghitungan dan identifikasi karung pakan yang masih dilakukan secara manual. Proses manual ini kerap menyebabkan kesalahan penghitungan dan identifikasi kode, yang berdampak pada ketidaksesuaian muatan, keterlambatan pengiriman, serta meningkatnya biaya operasional. Penelitian ini menerapkan Business Process Reengineering (BPR) dengan memanfaatkan teknologi machine learning, computer vision, dan perangkat IoT pada conveyor untuk mengotomatiskan proses penghitungan dan identifikasi karung pakan. Implementasi teknologi ini menunjukkan peningkatan signifikan dalam efisiensi operasional, dengan penurunan waktu proses counting dari 596 menit menjadi 329 menit, peningkatan efisiensi throughput dari 57,886% menjadi 86,93%, serta pengurangan biaya operasional dari Rp54.000.000 menjadi Rp4.500.000 per bulan. Otomatisasi ini tidak hanya meningkatkan kecepatan dan akurasi distribusi tetapi juga memperkuat daya saing perusahaan di industri pakan ternak
Copyrights © 2025