Minimnya pengetahuan mengenai keamanan data pribadi dapat meningkatkan kerentanan terhadap pencurian identitas, penipuan, dan enkripsi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mengetahui tingkat kesadaran keamanan data Mahasiswa Universitas Mataram dalam penggunaan Instagram dengan menggunakan metode Human Aspect of Information Security Questionnaire ( HAIS-Q ) yang mencakup aspek pengetahuan ( knowledge ), sikap ( attitude ), dan perilaku ( behavior ) dengan pendekatan penelitian menggunakan deskriptif kuantitatif. Sebanyak 404 mahasiswa yang aktif menggunakan Instagram menjadi responden penelitian ini. Hasil analisis menunjukkan tingkat kesadaran keamanan data berada pada kategori baik dengan nilai 84,7%. Nilai tertinggi terdapat pada area fokus Penanganan Informasi sebesar 87,9%, menandakan mahasiswa cukup berhati-hati dalam mengelola informasi yang bersifat sensitif. Namun nilai terendah terdapat pada area fokus Password Management (82%), khususnya pada aspek perilaku dengan nilai 78%, menunjukkan penerapan pengelolaan kata sandi masih rendah. Kemudian perbandingan antara responden laki-laki dan perempuan menunjukkan hasil yang tidak terlalu jauh, serta masih dalam kategori baik, di mana siswa perempuan memperoleh nilai 84,9%, sedangkan laki-laki memperoleh nilai 84,3%. Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya praktik nyata seperti pengelolan kata sandi agar kesadaran keamanan data pribadi semakin baik.
Copyrights © 2025