Penelitian ini memiliki tujuan dalam menerangkan proses mengembangkan media pembelajaaran, menilai hasil dari aspek validitas dan kepraktisan, serta mengukur peningkatan kemampuan berpikir kreatif siswa setelah memanfaatkan media pembelajaran berdiferensiasi. Tingkat kemampuan awal siswa digunakan sebagai acuan pembagian kelompok. Materi mengenai lingkaran yang disajikan dalam media pembelajaran ini berfokus pada pengembangan kemampuan berpikir kreatif sesuai dengan indikator Torrance, yaitu: fluency (kelancaran), flexibility (keluwesan), originality (originalitas), dan elaboration (elaborasi). Metode yang diterapkan adalah penelitian dan pengembangan yang umum disebut sebagai RnD dan menggunakan model ADDIE. Ahli materi, ahli media, siswa, dan guru merupakan sumber diperolehnya data penelitian ini. Kemudian wawancara, observasi, dan tes adalah metode pengumpulan data. Instrumen penelitian menggunakan angket validasi, angket kepraktisan, dan soal uraian. Metode analisis data terdiri dari pengujian validitas, pengujian kepraktisan, dan pengujian N-Gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para ahli media dan ahli materi menganggap media pembelajaran yang digunakan tergolong dalam kategori “sangat valid”, dan kepraktisan yang dilakukan siswa dan guru dinyatakan “sangat praktis”. Hasil peningkatan kemampuan berpikir kreatif menunjukkan bahwa siswa berada dalam kategori “sedang” yang ditunjukkan skor N-Gain rata-rata 0,40
Copyrights © 2026