Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

PENDAMPINGAN PENULISAN ARTIKEL ILMIAH BAGI GURU-GURU SMA KECAMATAN JALAKSANA KABUPATEN KUNINGAN Sumarni Sumarni; Anggar Titis Prayitno; Nuranita Adiastuty
Al-Khidmat Vol 3, No 1 (2020): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v3i1.6243

Abstract

AbstrakSalah satu wujud pengembangan keprofesianalan guru adalah menulis artikel ilmiah dan publikasi artikel ilmiah. Oleh karena itu, hendaknya guru terus belajar menulis artikel ilmiah untuk diseminarkan maupun dipublikasikan di jurnal. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar guru belum mampu menghasilkan dan melakukan publikasi ilmiah. Tujuan kegiatan pengaabdian ini adalah meningkatkan motivasi dan kemampuan guru dalam menulis artikel ilmiah dari hasil penelitian yang dapat digunakan sebagai salah satu persyaratan pengajuan kenaikan pangkat sehingga berdampak juga terhadap profesionalitas guru. Kegiatan pengabdian yang dilaksanakan menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan simulasi. Kegiatan pelatihan penulissan artikel ilimah yang telah dilaksanakan dapat meningkatkan motivasi guru untuk menulis artikel ilmiah; guru memiliki pengetahuan dan kemampuan memilih tempat publikasi yang sesuai; guru memiliki pengetahuan tentang cara mencari sumber refrensi mutakhir melalui google scholar; guru memiliki pengetahuan tentang trik untuk publikasi artikel ilmiah hasil penelitian; guru dapat mengetahui bagaimana membuat draft artikel ilmiah hasil penelitian sesuai dengan tamplate jurnal yang dituju; seluruh peserta pelatihan memiliki pandangan positif terhadap pelatihan penulisan artikel ilmiah dan memandang tingkat kebermanfaatan pelatihan pada tingkat bermanfaat dan sangat bermanfaat.AbstractOne form of teacher professional development is writing scientific articles and publishing scientific articles. Therefore, teachers should continue to learn to write scientific articles to be disseminated or published in journals. The reality on the ground shows that most teachers have not been able to produce and do scientific publications. The purpose of this service activity is toincrease the motivation and ability of teachers to write scientific articles from the results of research that can be used as one of the requirements for submission of promotions so that it also impacts on teacher professionalism. Community service activities carried out using lecture, question and answer and simulation methods. Scientific article writing training activities that have been implemented can increase the motivate teachers to write scientific articles; the teacher has the knowledge and ability to choose a proper place of publication; the teacher has knowledge of how to find the latest sources of reference through google scholar; the teacher has knowledge of tricks for publishing scientific articles on research results; the teacher can know how to make a draft scientific article based on the results of the intended research template; all trainees have a positive view of the training in writing scien
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH NON RUTIN MAHASISWA PADA TOPIK SEGIEMPAT Sumarni Sumarni; Nuranita Adiastuty; Mohamad Riyadi
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1034.367 KB) | DOI: 10.24127/ajpm.v11i1.4594

Abstract

Pemecahan masalah non-rutin merupakan salah satu aspek dari pengetahuan konten matematika yang harus dimiliki oleh calon guru matematika (MCGM). Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan pemecahan masalah non-rutin dari MCGM  pada topik segiempat berdasarkan kategori nilai mata kuliah geometri. Metode penelitian menggunakan kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus dilakukan pada 10 MCGM  yang merupakan mahasiswa semester 8 yang akan melaksanakan tugas akhir penelitian (skripsi) topik segiempat, pada salah satu universitas swasta di Jawa Barat. Instrumen yang digunakan adalah tes pemecahan masalah non-rutin, observasi dan wawancara. Teknik analisis data dilakukan dengan triangulasi data. Faktor lupa rumus dan konsep tentang topik segiempat, kesalahan algoritma dan rendahnya penalaran menjadi penyebab dalam ketidakmampuan MCGM dalam pemecahan masalah non-rutin. Kesimpulan penelitian ini adalah kemampuan pemecahan masalah non rutin dari MCGM kurang. Berdasarkan tahapan pemecahan masalah Polya, MCGM dengan kategori nilai mata kuliah geometri tinggi kesulitan pada tahapan ke-3 (menjalankan rencana). MCGM dengan kategori nilai mata kuliah geometri sedang dan rendah  kesulitan pada tahapan ke-2 (menyusun rencana) dan ke-3 (menjalankan rencana).Non-routine problem solving is one aspect of mathematics content knowledge, and must be possessed by pre-service mathematics teachers (PSMTs). The purpose of this study was to analyze the non-routine problem-solving abilities of PSMTs on quadrilateral topic based on score of plane geometry course category .Research methods used qualitative descriptive with a case study approach conducted at 10 PSMTs who were students in the 8th semester, who would conduct research final project (thesis) on quadrilateral topics, at one of the private universities in West Java. The instruments used were non-routine problem solving tests, observation and interviews. The data analysis technique was done by data triangulation. The forgetting factor of formulas and concepts about quadrilateral topics, algorithmic errors and low reasoning are the causes of PMSTs inability to solve non-routine problems. Conclusion of this research is the non-routine problem solving ability of PMSTs was lacking. Based on the stages of mathematical problem solving Polya’s, PMSTs with high score of plane geometry course difficulties on stage 3 (carrying out the plan). PMSTs with category medium and low score of plane geometry courses have difficulty on stages 2 (devising a plan) and 3 (carrying out the plan).
Desain Bahan Ajar Dedaktis Dengan Memperhatikan Learning Obstacle Statistika Menggunakan Aktivitas Penalaran Matematis Nuranita Adiastuti
Pedagogi Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : UNIKU PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (117.452 KB) | DOI: 10.25134/pedagogi.v5i1.1585

Abstract

Pembelajaran Statistika adalah pembelajaran yang meliputi bagaimana cara mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyajikan data, hingga menarik kesimpulan. Kesalahan berulang-ulang (Learning obstacle) yang sering ditemukan dalam pembelajaran statistika sebelumnya yaitu dalam memahami soal, membaca dan membuat tabel, grafik dan diagram, serta kesalahan dalam penarikan kesimpulan. Kesalahan ini terjadi dikarenakan kurangnya kemampuan penalaran mahasiswa. Tidak hanya dalam statistik, kemampuan bernalar juga diperlukan dalam kehidupan sehari-hari untuk menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang terjadi baik dalam lingkup pribadi, masyarakat dan sosial lain yang lebih kompleks.Penelitian ini memiliki tujuan untuk menemukan kesalahan berulang yang sering terjadi pada pembelajaran statistika lalu diperbaiki  menggunakan bahan ajar yang telah didesain secara dedaktis. Desain bahan ajar statistika ini juga menggunakan aktivitas penalaran matematis, agar membiasakan mahasiswa terlatih kemampuan bernalarnya. Tahapan yang dilakukan secara dedaktis untuk desain bahan ajar ini terdiri dari 3 tahapan, yaitu : (1) analisis situasi didaktis sebelum pembelajaran, (2) analisis metapedadidaktis, (3) analisis pengaitan hipotesis dengan hasil analisis. Untuk desain awal diujicobakan pada kelas A sedangkan untuk desain revisi diuji cobakan pada kelas B prodi Pendidikan Matematika, FKIP, Uniku.Hasil Penelitian ini menunjukan beberapa kesalahan berulang yang sering dilakukan pada pembelajaran statistika, diantaranya (1) kesalahan bagaimana mengelompokan, memahami hingga bagaimana cara menyajikan data dengan tepat, (2) kesalahan dalam menentukan rumus atau formula dalam menentukan ukuran penyebaran data, (3) kesalahan dalam membaca grafik dan histogram,  untuk mengatasi kesalahan-kesalahan yang terjadi berulang-ulang tersebut maka disusun desain bahan ajar yang berisi (1) materi statistika dasar beserta contoh aplikasinya, (2) variasi contoh soal dan latihan soal yang mengarah pada kemampuan aktivitas penalaran mahasiswa. (3) dikenalkan suatu software statistic yaitu SPSS dan dilengkapi petunjuk  bagaimana langkah-langkah menggunakan SPSS yang bertujuan untuk memudahkan mahasiswa dalam pengolahan data sehingga mudah untuk menarik kesimpulan, sehingga diharapkan penalaran mahasiswa dapat meningkat. (4) kegiatan latihan survey, untuk melatih kemampuan bernalar dalam memahami suatu data (5) kegiatan membuat kesimpulan dalam laporan survey statistika, sehingga terbiasa membuat grafik dan table.  Desain ini telah divalidasi ahli dengan kriteria valid, sehingga desain bahan ajar didaktis ini dapat digunakan dengan harapan dapat meminimalisir kesalahan-kesalahan yang biasa dilakukan serta meningkatkan kemampuan penalaran matematis pada perkuliahan statistika.Kata Kunci : Statistika, Learning Obstacle, Desain Bahan Ajar Didaktis, Aktivitas Penalaran Matematis
PERBANDINGAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS ANTARA SISWA YANG MENDAPATKAN MODEL MIND MAPPING BERBASIS PENGOPTIMALAN FUNGSI OTAK KANAN DAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING nurul hamidah; Sumarni Sumarni; Nuranita Adiastuty
Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT) Vol 5, No 1 (2019): Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT)
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.725 KB) | DOI: 10.25134/jes-mat.v5i1.1735

Abstract

The purpose of study is to compare the increase in mathematical creative thinking ability between students who learn to get a mind mapping model based on optimizing right brain function and Problem Based Learning models. The research method used was a quasi experiment in the form of the pretest post-test two treatment design. The study population was seventh grade students of SMP Negeri 3 Kuningan with sampling using purposive sampling technique.The research instrument used in the form of the test instrument and non-test.The results showed that: (1) there are differences in mathematical creative thinking ability among students who get mind mapping model based on optimization of right brain function and model of Problem Based Learning; (2) there is a difference of improvement of mathematical creative thinking ability between students who get mind mapping model based on optimization of right brain function and model of Problem Based Learning; (3) The average percentage of student responses shows that almost half of the students showed interest in the mind mapping model based on optimization right brain function and the Problem Based Learning model.
PENERAPAN PEMBELAJARAN MATEMATIKA YANG MELIBATKAN KECERDASAN MAJEMUK DENGAN PENDEKATAN SAINTIFIK Azin Taufik; Nuranita Adiastuty
Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT) Vol 3, No 1 (2017): JURNAL EDUKASI DAN SAINS MATEMATIKA
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.169 KB) | DOI: 10.25134/jes-mat.v3i1.469

Abstract

Abstract This research based on the result of preliminary observation at MTs Nurul Huda Beringin. Documentation of supervision by headmaster who has been held in the school, data showed that the learning mathematics with scientific approach applied by teachers are still not optimal. Based on documenttion of learning outcome students the data that there are 40% of students not reached the minimum competence criteria. Humans have nine types of intelegence, seven of the nine types of intelegence are: verbal/linguistic intelegence, visual/spatial, logical/mathematical, musical, bodily/kinesthetic, interpersonal and intrapersonal. This research is a classroom action research with qualitative descriptive approach implemented in class VII MTs Nurul Hudda Beringin, Cirebon, on the material relations and function. Based on the analysis we concluded that the study of mathematics involving multiple intelegences with scientific approach by the steps: 1) preliminary activities; 2) the core activities consist of observasing, ask, gather information, associates and communicate; and 3) the cover. While multiple intelegences involved in learning is verbal/linguistic intelegence, visual/spatial intelegence, logical/mathematical intelegence, musical intelegence, the intelegence of the body/kinesthetic, interpersonal and intrapersonal intelegence. In the first cycle, the average result of observation activities of students and teachers was 70% and 76%  in the unfavorable and fairly category. In the second cycle, the average results of observation activities of students and teacher was 82% and 83%, both  in good categories. In the first cycle, the achievment of students VIII-A is a total of 18 students or 46% students take the final value more than 75. In the second cycle, the achievment of student VIII-A is of the total of 31 students or 80% students obtain the final score more than 75. So the achievment learning was increasing 34% from the first cycle to the second cycle.
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN SEGIEMPAT BERBASIS ADOBE FLASH CS6 MELALUI PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MEMFASILITASI KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS Fera Yuniar; Sumarni Sumarni; Nuranita Adiastuty
Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT) Vol 6, No 2 (2020): Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT)
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (820.158 KB) | DOI: 10.25134/jes-mat.v6i2.3413

Abstract

This type of research is a development or RD which aims to produce a product in the form of quadrilateral learning media based on Adobe Flash CS6 with a valid Contextual Teaching and Learning approach ti facilitate the mathematical connection ability. This study is the research, development model of plomp with consist of three phase is preliminary research, prototyping phase and assessment phase. The instrument used to data collection in this study were questionnaire of epert validation learning media. The device develoved was validated by three validators including two lecture and one teacher junior high school. From the resulting validation data the average score from three validator is 3,4 which means that the learning media is in the valid category with the value obtained is B which means that the learning media can be used with a little revision
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN PADA MATERI SEGIEMPAT MELALUI PENDEKATAN OPEN-ENDED UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF Yanti Yanti; Sumarni Sumarni; Nuranita Adiastuty
Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Edukasi dan Sains Matematika (JES-MAT)
Publisher : Department of Mathematics Education, Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (727.988 KB) | DOI: 10.25134/jes-mat.v5i2.2024

Abstract

The study aims to develop learning devices through an open-ended approach in square material. The learning devices developed consist of student modules and lesson plan (RPP). This study is the research, development model of Plomp with consist of three stages: preliminary research phase, prototype phase and assessment phase. Techniques of data collection that used were pretest and posttest questions, questionnaire  of expert validation and questionnaire of student response. The device developed was validated by three validators then conducted a limited trial. From the resulting validation data the average score of student module is 4.33 (valid), the average RPP score is 4.29 (valid). The validator statement against both learning devices developed is usable with little revision and without revision and the student's response to the learning device  was positive (practical). The increase of students ' creative thinking capability of N-Gain of 0.67 with moderate upgrade category. The results of the study were obtained that the device was developed is valid, practical, and can improve creative thinking ablity.
PELATIHAN PEMANFAATAN KALKULATOR ONLINE UNTUK MENINGKATKAN LITERASI MATEMTIKA BAGI GURU-GURU DI KABUPATEN CIREBON Sumarni Sumarni; Nuranita Adiastuty; Rahayu Syafari
Al-Khidmat Vol 5, No 1 (2022): Jurnal Al-Khidmat : Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Pusat Pengabdian kepada Masyarakat LP2M UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jak.v5i1.15434

Abstract

Rendahnya kemampuan literasi matematika siswa Indonesia dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain kurangnya pemahaman siswa akan materi yang digunakan dalam permasalahan literasi matematika dan kurangnya pengalaman siswa dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Literasi matematika berbasis ICT dapat dikembangkan seiring dengan kemajuan teknologi saat ini dengan menyesuaikan kondisi sekolah atau siswa setempat. Kendala yang dialami saat ini di Indonesia adalah minimnya tenaga guru matematika yang kompenten dalam bidang ICT. Pemanfaatan ICT dalam literasi matematika sangatlah penting, sesuai tujuan literasi matematika disini supaya dapat membantu siswa dalam menganalisa, memberikan alasan, dan menyampaikan ide secara efektif, merumuskan, memecahkan, dan menginterpretasi masalah-masalah dalam kehidupan seharihari. Oleh karena itu, tim pengabdian melaksanakan pelatihan pemanfaatan kalkulator online untuk meningkatkan literasi matematika bagi guru-guru di Kabupaten Cirebon. Materi pengabdian meliputi Pengenal literasi matematika; Pengenalan lietrasi ICT; Pentingnya literasi matematika; Praktik memanfaatkan kalkulator online dalam literasi matematika. Pelatihan menggunakan teknik ceramah, tanya jawab, dan simulasi agar guru mendapatkan pengalaman langsung dan mendapat pengayaan dari tim pengabdian. Kegiatan pengabdian berdampak pada peningkatan motivasi dan kemampuan guru memanfaatkan kalkulator online dalam literasi matematika. Seluruh peserta pelatihan memiliki pandangan positif terhadap pelatihan pemanfaatan kalkulator online untuk meningkatkan literasi matematika dan memandang tingkat kebermanfaatan pelatihan pada tingkat bermanfaat dan sangat bermanfaat
ANALISIS DESAIN DIDAKTIS SEGIEMPAT YANG DIKEMBANGKAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH Eka Komalasari; Sumarni Sumarni; Nuranita Adiastuty
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 4 No. 1 (2021): Volume 4 Nomor 1 tahun 2021
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.115 KB) | DOI: 10.30605/proximal.v4i1.502

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hambatan belajar yang dialami siswa terkait materi segiempat. Berdasarkan hal tersebut maka tujuan dari penelitian ini yaitu: (a)menganalisis desain didaktis yang telah disusun guru model pada materi segiempat dengan menggunakan model problem-based learning; (b)menganalisis dugaan hambatan belajar yang diduga muncul kembali pada desain didaktis yang disusun oleh guru model; dan (c)membuat usulan untuk desain didaktis awal yang bertujuan untuk mengatasi dugaan hambatan belajar yang muncul kembali. Subjek dalam penelitian ini adalah guru model (Kiki Okatviani) dan desain didaktis materi segiempat dengan model pembelajaran berbasis masalah (PBL). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan model penelitian Didactical Design Research (DDR) yang terdiri dari tiga tahapan yaitu: (a) prospective analysis; (b)metapedadidactic analysis; dan (c)retrospective analysis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi (wawancara, observasi, dan studi dokumentasi). Untuk teknik analisis data menggunakan gabungan dari metode kualitatif dan model DDR dimana kegiatannya adalah: (a)Prospective Analysis atau analisis data dengan melakukan wawancara kepada guru model terkait desian didaktis yang disusun pada materi segiempat; (b)Metapedadidactic Analysis kegiatan menganalisis desain didaktis, menganalisis dugaan munculnya hambatan belajar dari desain didaktis, dan pemberian usulan untuk mengatasi hambatan belajar yang muncul; dan (c)Retrospective Analysis, pada tahap ini peneliti membuat kesimpulan mengenai desain didaktis yang telah dianalisis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa desain didaktis yang disusun oleh guru model sudah sesuai dan dapat digunakan pada kegiatan pembelajaran, adapun kesalahan yang ditemukan dalam desain didaktis yaitu didactical learning obstacle dapat diperbaiki sesuai usulan yang diberikan oleh peneliti, agar siswa tidak mengalami hambatan dalam proses pembelajaran.
Perbandingan Pemahaman Matematis antara Siswa yang Memperoleh Pembelajaran Metode Discovery dan Metode Advance Organizer. (Studi Eksperimen di Kelas IX SMP Negeri 1 Palimanan Kabupaten Cirebon) Sumarni Sumarni; Nuranita Adiastuty
Euclid Vol 2, No 1 (2015): EDISI JANUARI
Publisher : Universitas Swadaya Gunung Jati.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (590.569 KB) | DOI: 10.33603/e.v2i1.359

Abstract

ABSTRAKFokus utama penelitian ini adalah mengenai kemampuan pemahaman matematis siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Rendahnya kemampuan ini disinyalir terjadi antara lain karena proses pembelajaran yang dilaksanakan tidak dengan pembelajaran secara bermakna. Metode pembelajaran yang memfasilitasi pembelajaran bermakna adalah metode discovery dan metode advance organizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pemahaman matematis siswa sebagai akibat dari pembelajaran dengan metode discovery dengan metode advance organizer. Penelitian ini adalah penelitian kuasi eksperimen yang menerapkan dua metode pembelajaran yaitu metode discovery dan metode advance organizer. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IX SMP Negeri 1 Palimanan Kabupaten Cirebon tahun pelajaran 2011/2012, pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling, sampel dalam penelitian ini adalah kelas IX A sebagai kelas eksperimen 1 yang pembelajarannya menggunakan metode discovery dan kelas IX B sebagai kelas eksperimen 2 yang pembelajarannya menggunakan metode advance organizer. Analisis data menggunakan uji Mann-Whitney dan perbandingan persentase hasil respon siswa. Berdasarkan hasil analisis tersebut diperoleh kesimpulan: 1) Kemampuan pemahaman matematis siswa yang pembelajarannya menggunakan metode discovery lebih baik daripada siswa yang pembelajarannya menggunakan metode advance organizer.Kata Kunci: kemampuan pemahaman matematis, metode advance organizer, metode discovery, dan metode pembelajaran.