Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas integrasi Discovery Learning dan etnomatematika dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa pada pembelajaran sistem persamaan linear tiga variabel. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain penelitian nonequivalent control group design yang melibatkan siswa kelas X AKL sebagai kelas eksperimen dan siswa X TE sebagai kelas kontrol. Berdasarkan analisis Uji Mann Whitney U Test dan Uji Wilcoxon dapat disimpulkan bahwa model Discovery Learning bernuansa etnomatematika efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Intervensi pembelajaran dilakukan selama empat kali pertemuan dengan mengintegrasikan unsur-unsur budaya lokal Batik Bakaran Juwana dalam konteks pembelajaran matematika. Instrumen penelitian berupa tes kemampuan berpikir kritis yang telah divalidasi dan disesuaikan dengan indikator berpikir kritis menurut Perkins Murphy. Keempat indikator berpikir kritis yang meliputi clarification, assessment, inference, dan strategies menunjukkan perkembangan yang optimal melalui pembelajaran Discovery Learning bernuansa etnomatematika dengan konteks budaya yang relevan dan bermakna bagi siswa.
Copyrights © 2026