Kemampuan pemecahan masalah menjadi salah satu komponen yang diperlukan untuk menghadapi era abad ke-21. Oleh karena itu, perlu adanya pembelajaran yang melatih siswa dalam memecahkan suatu permasalahan. Penelitian ini dilaksanakan untuk mengetahui pengaruh dari implementasi pembelajaran STEM berbasis dimensi 21st Century Learning Design (21CLD) Real-World Problem Solving and Innovation terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperiment (eksperimen semu) dengan desain non-equivalent control group yang dilaksanakan di salah satu SMA Negeri Kota Sukabumi. Pengambilan sampel dilaksanakan melalui teknik purposive sampling dengan jumlah 23 siswa kelas eksperimen dan 27 siswa kelas kontrol. Instrumen yang digunakan berupa soal uraian berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah, angket respon siswa terhadap pembelajaran dan lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan nilai skor tes kemampuan pemecahan masalah kelam s eksperimen berada pada angka 96 dengan hasil uji independent sample t-test terhadap nilai posttest pada taraf signifikasi 5% menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (sig 0,05). Kesimpulan dari hasil tersebut menunjukkan bahwa terdapat pengaruh dari implementasi pembelajaran STEM berbasis Dimensi 21CLD-Real-World Problem Solving and Innovation terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa.
Copyrights © 2026