Kegiatan pengabdian ini dilatarbelakangi oleh kondisi vakumnya organisasi takmir masjid di Kalurahan Kaliagung, Sentolo, Kulon Progo, yang menghambat peran masjid sebagai pusat kegiatan sosial dan dakwah. Pengabdian ini dilakukan dengan tujuan untuk merevitalisasi fungsi masjid dan meningkatkan kapasitas manajerial pengurus takmir agar mampu mengelola organisasi secara mandiri. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan kolaborasi aktif antara tim pengabdi dan masyarakat melalui tahapan perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi. Evaluasi program dilakukan melalui observasi partisipatif dan penilaian terhadap luaran berupa dokumen program kerja serta efektivitas struktur organisasi baru. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program ini berhasil mengaktifkan kembali takmir, yang ditandai dengan terbentuknya kepengurusan solid, penyusunan program kerja terencana, dan peningkatan pemahaman pengurus terhadap manajemen keuangan serta organisasi. Kesimpulannya, penguatan kelembagaan takmir merupakan kunci untuk mengembalikan fungsi masjid sebagai pusat pergerakan umat. Model pendampingan ini terbukti efektif dan dapat direplikasi untuk menjamin keberlanjutan organisasi takmir di wilayah lain dengan karakteristik serupa.
Copyrights © 2026