Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga pusat ragam aktivitas sosial masyarakat. Namun pada Masjid Al-Hikmah Cicalengka ketercapaian aktivitas sosial masih terkendala pada kualitas elemen interior: seperti pencahayaan dan penghawaan ruang yang kurang optimal secara alami dan pencahayaan buatan, aksesibilitas yang belum ramah bagi anak-anak, lansia, dan penyandang disabilitas. Aspek elemen identitas Islam dalam interior masjid, seperti kaligrafi, pola geometris, maupun tata visual Islami, masih kurang tereksplorasi sehingga melemahkan karakter religius dan kesan spiritual ruang ibadah. Kondisi tersebut berdampak pada berkurangnya kenyamanan dan inklusivitas jamaah saat hendak beribadah, saat beribadah, hingga setelah beribadah. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk merevitalisasi interior masjid agar memperbaharui ruang ibadah menjadi nyaman dan inklusif. Dilakukan secara participatory design melalui proses observasi secara langsung, wawancara, dan, kuesioner kepada pengurus serta jamaah. Hasil dari kegiatan berupa analisis kondisi eksisting, identifikasi kebutuhan pengguna, dan rekomendasi desain interior untuk ketercapaian kenyamanan dan desain universal, sebagai upaya dukungan terhadap aktivitas ibadah yang lebih khusyuk (Muhammad Hasbi & Musdinar, 2020). Luaran dari program ini berupa konsep revitalisasi interior Masjid Al-Hikmah serta rekomendasi desain yang aplikatif. Diharapkan masjid dapat lebih berperan dan tidak hanya untuk menjadi ruang ibadah, namun juga ragam aktivitas sosial yang nyaman, inklusif, dan sebagai upaya memperkuat kontribusi Program Studi Desain Interior Fakultas Industri Kreatif Telkom University dalam penyelesaian persoalan ranah desain interior pada masyarakat.
Copyrights © 2026