Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan utama di masyarakat yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui kepatuhan terapi dan penerapan manajemen kesehatan yang tepat. Hasil pengkajian keperawatan komunitas di Desa Nobowetan, Kota Salatiga menunjukkan bahwa beberapa responden tidak melakukan pengobatan karena tidak merasakan gejala, serta sebagian lainnya sering putus obat dan hanya mengonsumsi obat ketika muncul keluhan seperti pusing, tegang di tengkuk, dan pandangan kabur. Dari 22 responden (22,7%) yang mengalami hipertensi, hanya 7 orang (7,2%) yang menjalani pengobatan secara rutin, dan seluruh responden yang tidak melakukan pengobatan memiliki tekanan darah tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui edukasi manajemen hipertensi guna meningkatkan kepatuhan terapi. Metode yang digunakan adalah pendekatan asuhan keperawatan komunitas melalui tahapan persiapan, pengkajian, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi utama berupa edukasi kesehatan tentang pengertian hipertensi, faktor risiko, komplikasi, pentingnya kepatuhan minum obat, serta gaya hidup sehat, dengan metode ceramah interaktif dan diskusi. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terkait manajemen hipertensi serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya pengobatan rutin. Edukasi manajemen hipertensi terbukti menjadi strategi efektif dalam mendukung peningkatan kepatuhan terapi dan penguatan perilaku kesehatan masyarakat.
Copyrights © 2026