Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKS BEBAS DI SMA N 1 TAWANGSARI SUKOHARJO Oktiva, Yayuk Dwi; Muhlisin, Abi
Jurnal Berita Ilmu Keperawatan Vol. 3, No. 1, 2010
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/bik.v3i1.3769

Abstract

The progressive of Interaction among the existing adolescent hardly worrying of especially behavior of free sex is circle by adolescent. Some factors influencing behavior are the position of adolescent assuming behavior of free sex is development of era which must be followed. Some factor influencing adolescent position to free sex for example adolescent knowledge, pattern takes care of old fellow, milieu, etcetera. Purpose of this research are to known the correlation between adolescent knowledge about health of reproduction and pattern takes care of old fellow with adolescent position about free sex at student SMA N 1 Tawangsari Sukoharjo. This research is descriptive research of correlative that is explaining relation between two phenomenons that is adolescent knowledge about reproduction health; pattern takes care of adolescent old fellow and position about free sex. Research sample are 274 students at SMA N 1 Tawangsari Sukoharjo applies technique cluster random sampling. Data processing technique applies analytical technique Chi Square. Based on the result of research and solution, hence conclusion from this research is: (1) the knowledge about health of reproduction of student in SMA N 1 Tawangsari Sukoharjo most of good, (2) the pattern takes care of student old fellow in SMA N 1 Tawangsari Sukoharjo most of authoritative, (3) the adolescent position about free sex at student SMA N 1 Tawangsari Sukoharjo most of good, (4) there is relationship is being between adolescent knowledges about health of reproduction with adolescent position about free sex at student SMA N 1 Tawangsari Kabupaten Sukoharjo. So improvement of adolescent knowledge about reproduction health, hence adolescent position about free sex also increasingly good, and (5) there is low relationship between patterns takes care of old fellow with adolescent position about free sex at student SMA N 1 Tawangsari Kabupaten Sukoharjo. Result of research indicates that student having pattern to take care of authoritative to have position about free sex better than student having pattern to take care of permissive.
The Effect of Nurse Caring Training Based on Jean Watson's Theory in Medical Ward Oktiva, Yayuk Dwi; Rahayu, Umi Budi; Rahayuningsih, Faizah Betty
Jurnal Keperawatan Vol 15 No 4 (2023): Jurnal Keperawatan: Supp Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/keperawatan.v15i4.1996

Abstract

Nurses' caring behavior is part of the quality of care indicators in hospitals. Caring is a complex part of nursing and an important value in the life of professional nurses. This study aims to determine the effect of nurse caring training to improve nurses' caring behavior in hospitals. This study used control group post-test-only design. The research was conducted in Medical wards of Private Hospital, Sukoharjo, Indonesia. Participants were 44 nurses divided into 2 groups, the control and the intervention group whose nurses received caring training using a protocol based on Jean Watson's caring carative factor. The tool used to collect data on nurses' caring behavior was the Caring Behavior Inventory-24 (CBI-24). Following the implementation of nurses demonstrating commendable caring behavior, as evidenced by the mean and standard deviation in the intervention group (119.18 ± 0.853) compared to the control group (87.50 ± 6.508). The results of showed a statistically significant difference between the nurse caring training intervention group and the control group with Asymp. Sig. (2-tailed) 0.000. Improving the character of caring behavior of nurses in various hospitals can be achieved through the implementation of training and mentoring based on the 10 carative factors approach with Jean Watson theory.
Penatalaksanaan Terapi Bermain Mewarnai terhadap Tingkat Kecemasan Akibat Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah: A Case Study Laeli, Fitroh; Irdawati, I; Oktiva, Yayuk Dwi
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan merupakan suatu keadaan yang tidak menyenangkan, perasaan tidak nyaman dan khawatir yang sering kali disertai dengan perasaan takut yang berlebihan terhadap sebuah ancaman termasuk dalam hospitalisasi. Faktor kecemasan timbul karena adanya situasi yang membuat diri menjadi sakit dan tidak menerima terhadap keadaan yang terjadi. Untuk menurunkan dampak kecemasan akibat hospitalisasi yang dialami oleh anak diperlukan media yang dapat mengungkapkan rasa cemas salah satunya yaitu terapi bermain. Terapi bermain merupakan kegiatan yang dapat membantu anak untuk menurunkan tingkat kecemasan sehingga mempercepat proses penyembuhan. Tujuan : mengetahui pengaruh terapi bermain mewarnai terhadap tingkat kecemasan pada anak akibat hospitalisasi. Metode : Studi ini merupakan case study yang dilakukan kepada 5 anak berusia 3-5 tahun yang mengalami kecemasan saat menjalani proses perawatan dirumah sakit seperti menangis dan takut kepada petugas kesehatan. Sebelum dan sesudah intervensi kecemasan pada pasien diukur menggunakan Faces Anxiety Scale. Intervensi dilakukan dengan durasi selama 30 menit dalam 2 hari berturut-turut. Kesimpulan : Terapi bermain mewarnai dapat mengurangi kecemasan anak usia prasekolah akibat hospitalisasi karena dapat meningkatkan perkembangan motoric halus dan anak bebas berekspresi sehingga menurunkan perasaan takut.
Pengaruh Terapi Bermain Origami terhadap Tingkat Kecemasan Anak Selama Rawat Inap di Ruang Sakura RS Indriati Solo Baru: A Case Study Fathoni, Ahmad; Irdawati, I; Oktiva, Yayuk Dwi
Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta 2023: Prosiding Seminar Nasional Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (Profesi Ners XXVI)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Rawat inapi adalah situasi krisis yang dihadapi anak ketika anak dirawat di rumah sakit untuk menyembuhkan Kesehatan pada anak dengan menjalani bermacam jenis tindakan perawatan seperti pemeriksa kesehatan, pemasangan infus dan pemberian obat, dimana kondisi tersebut membuat anak mengalami stress. Anak rentan mengalami kegelisahan dan kecemasan jika berpisah dengan orang tua dan anak merasa cemas akan setiap tindakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap dirinya. Perlakuan yang bisa dilakukan, salah satunya dengan terapi bermain. Dalam kondisi sakit atau anak dirawat di rumah sakit, aktivitas bermain ini tetap dilaksanakan namun harus sesuai dengan kondisi anak. Dengan permainan anaka akan terlepas dari ketegangan dan stres yang dialaminya, karena dengan melakukan permainan anak akan dapat mengalihkan rasa sakitnya pada permainan (distraksi) dan relaksasi melalui hobi mereka melakukan permainan. Tujuan dari pada penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh terapi bermain origami dengan penurunan kecemasan pada anak usia prasekolah saat dirawat di ruang anak Rs Indriati Solo Baru. Terdapat beberapa kasus anak yang menjalani hospitalisasi di bangsal Sakura RS Indriati Solo Baru. Sebagian besar anak yang dirawat mengalami kecemasan tingkat sedang dan berat. Dalam kasus ini terdapat 5 pasien anak yang mendapatkan intervensi terapi bermain origami untuk menurunkan kecemasan. Terapi bermain dilakukan kepada masing-masing anak selama kurang lebih 10-15 menit. Pemberian terapi bermain origami pada anak usia pra sekolah efektif untuk menurunkan tingkat kecemasan selama proses hospitalisasi.
PENINGKATAN KESEHATAN MASYARAKAT: UPAYA PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT KARDIOVASKULER MELALUI DETEKSI DINI KADAR KOLESTEROL Christina, Tri Yahya; Andika, I Putu Juni; Safaruddin, Safaruddin; Yulianti, Tunjung Sri; Sriwiyati, Lilik; Oktiva, Yayuk Dwi; Fatimah, Khoirunnisa
GLOBAL ABDIMAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025): Mei 2025, GLOBAL ABDIMAS
Publisher : Unit Publikasi Ilmiah Perkumpulan Intelektual Madani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51577/globalabdimas.v5i1.664

Abstract

Kolesterol diperlukan oleh tubuh manusia untuk menghasilkan sel-sel sehat. Namun, kadar kolesterol yang terlalu banyak dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskuler dan penyakit berbahaya lainnya. Penumpukan lemak ini dapat menghalangi aliran darah di arteri, sehingga jantung dan otak serta organ vital lainnya tidak mendapatkan pasokan darah yang kaya oksigen. Oleh sebab itu perlu adanya deteksi dini kadar kolesterol sebagai upaya prefentif. Namun, banyak orang yang enggan menjalani skrining hiperkolesterolemia, dengan alasan yang bervariasi, seperti biaya, sulitnya akses ke lokasi pemeriksaan, keterbatasan fasilitas, dan kendala waktu. Oleh karena itu, penting untuk melaksanakan program pengabdian masyarakat guna memfasilitasi hal ini. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan pada hari sabtu 22 Februari 2025 di Soko Bogor, Cawas, Klaten, Jawa Tengah dengan pemeriksaan kolesterol gratis. Tujuh puluh lima peserta mengikuti kegiatan ini. Pemeriksaan dilakukan dengan metode Point Of Care Testing (POCT) menggunakan alat Easy Touch GCU. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar (33,33%) peserta adalah lansia akhir berusia 56 – 65 th, 72% peserta adalah Perempuan, dan 33,33% peserta memiliki BB antara 50-60 Kg. Pemeriksaan kolesterol mendapatkan hasil: 48% peserta normal dan 52% peserta mengalami hiperkolesterol, dimana 17,94% peserta yang mengalami hiperkolesterol adalah laki- laki dan 79,48 peserta adalah perempuan. Hasil ini menyimpulkan bahwa sebagian besar warga yang mengikuti kegiatan pengabmas mengalami hiperkolesterol, yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit kardiovaskuler dan PTM lainnya. Oleh sebab itu perlu adanya interfensi lebih lanjut sebagai pencegahan penyakit kardiovaskuler
Analisis asuhan keperawatan pada pasien dengan kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler berbasis teori adaptasi calista roy Lilik Sriwiyati; Utami, Ayuni Rizka; Oktiva, Yayuk Dwi; Wariani, Wiwik
JOURNAL OF Medical Surgical Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): December Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Himpunan Perawat Medikal Bedah Indonesia (HIPMEBI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/msc.v5i2.2042

Abstract

Background: Cardiovascular emergencies are a leading cause of mortality and morbidity in Indonesia and worldwide. Approximately 80% of sudden deaths are caused by coronary heart disease. Nurses play an important role in the management of patients experiencing cardiovascular emergencies. Consistent and comprehensive implementation of the emergency nursing process is key to providing quality nursing care. Purpose: to analyze nursing care for patients with cardiovascular emergencies. Method: A case study design. Data were collected through direct observation, interviews with patients and families, and review of medical records. Variables collected included medical diagnoses, assessment data, physical examination and supporting examination results, problem analysis, interventions, implementation, and nursing evaluation. Results: STEMI patients experience chest pain, shortness of breath, cold sweats, ST elevation on electrocardiography, and elevated troponin levels. The nursing problem identified is ineffective myocardial perfusion. The actions taken included administering nasal cannula oxygen therapy at 3 lpm, recording a 12-lead ECG, administering ASA 300 mg, CPG 300 mg, parenteral fluids, ISDN 5 mg (sublingual), Candesartan 8 mg, inserting a urinary catheter, and observing vital signs. Evaluation after treatment in the ER showed that the problem of ineffective myocardial perfusion was partially resolved, so the patient was admitted to the ICCU for further treatment. Conclusion: Patients with cardiovascular emergencies experience ineffective myocardial tissue perfusion. Patients are given several treatments to address their emergency conditions, including ASA, CPG, ISDN, and Candesartan therapy. Keywords: Cardiovascular System; Emergency Care; Nursing Care.   Pendahuluan: Kegawatdaruratan sistem kardiovaskular merupakan penyebab mortalitas dan morbiditas utama di Indonesia dan di dunia. Sekitar 80% kematian mendadak disebabkan oleh penyakit jantung coroner. Perawat memiliki peran yang penting dalam penanganan pasien yang mengalami kegawatdaruratan sistem kardiovaskular. Penerapan proses keperawatan gawat darurat secara konsisten dan komprehensif menjadi kunci keberhasilan dalam memberikan asuhan keperawatan yang berkualitas. Tujuan: Untuk menganalisis asuhan keperawatan pada pasien kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler. Metode: Desain studi kasus. Data dikumpulkan dengan melakukan observasi langsung, wawancara dengan pasien dan keluarga, serta review rekam medis. Variabel yang dikumpulkan meliputi diagnosa medis, data hasil pengkajian, hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang, analisis masalah, intervensi, implementasi, serta evaluasi keperawatan. Hasil: Pasien STEMI mengalami manifestasi nyeri dada, sesak napas, keringat dingin, Gambaran ST elevasi pada elektrokardiografi, serta adanya peningkatan troponin. Masalah keperawatan yang ditemukan adalah perfusi jaringan miokard tidak efektif. Tindakan yang dilakukan berupa pemberian terapi oksigen nasal canul 3 lpm, perekaman EKG 12 lead, pemberian terapi ASA 300 mg, CPG 300 mg, cairan parenteral, ISDN tab 5 mg (sub lingual), Candesartan 8 mg, pemasangan kateter urin dan observasi TTV. Evaluasi setelah dilakukan perawatan di UGD didapatkan hasil masalah perfusi jaringan miokard tidak efektif teratasi sebagian, maka untuk perawatan lebih lanjut pasien dirawat di ICCU Simpulan. Pasien dengan kegawatdaruratan sistem kardiovaskuler mengalami masalah perfusi jaringan miokard tidak efektif. Pasien diberikan beberapa tindakan untuk menangani kondisi kegawatdaruratannya berupa pemberian terapi ASA, CPG, ISDN, dan Candesartan. Kata Kunci: Asuhan Keperawatan; Kegawatdaruratan; Sistem Kardiovaskuler.