Keterlibatan siswa dalam pembelajaran bahasa Inggris masih menjadi tantangan di banyak sekolah, terutama ketika pembelajaran didominasi oleh penjelasan guru dan latihan tertulis. Kondisi ini juga ditemukan di SMP Negeri 49 Maluku Tengah, di mana siswa cenderung pasif dan ragu menggunakan bahasa Inggris dalam interaksi kelas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendorong keterlibatan siswa melalui penggunaan board games dan aktivitas ice breaking sebagai bagian dari pembelajaran interaktif. Kegiatan dilaksanakan pada 10 November 2025 melibatkan 80 siswa kelas VIII melalui tahap pengenalan, aktivitas ice breaking, dan board games dalam kelompok kecil. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap partisipasi, interaksi, dan penggunaan bahasa Inggris siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa keterlibatan siswa berkembang secara bertahap. Pada awal kegiatan, sebagian besar siswa masih ragu untuk berpartisipasi, namun setelah mengikuti aktivitas interaktif, siswa mulai lebih aktif berinteraksi dan menggunakan bahasa Inggris dalam komunikasi sederhana. Aktivitas permainan membantu menciptakan suasana belajar yang lebih terbuka dan mendorong siswa untuk berpartisipasi tanpa tekanan. Temuan ini menunjukkan bahwa board games dan ice breaking dapat mendukung pembelajaran bahasa Inggris yang lebih partisipatif dan meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam berkomunikasi. Guru disarankan mengintegrasikan aktivitas serupa sebagai bagian dari strategi pembelajaran interaktif di kelas bahasa Inggris.
Copyrights © 2026