Posyandu lansia memiliki peran strategis sebagai lapis pertama skrining kesehatan di tingkat komunitas. Berbeda dengan posyandu balita yang relatif lebih terstruktur, posyandu lansia belum memiliki model penatalaksanaan yang jelas terhadap berbagai keluhan, termasuk nyeri muskuloskeletal. Penelitian sebelumnya menunjukkan adanya tren postural misalignment dan implikasinya terhadap keseimbangan dinamis lansia di posyandu sasaran. Hal ini meningkatkan risiko jatuh dan disabilitas di usia tua. Kegiatan pengabdian ini dirancang sebagai tindak lanjut dari penelitian tersebut. Pendekatan yang digunakan adalah partisipatif dengan melibatkan kader posyandu dalam pemberian intervensi nyeri muskuloskeletal menggunakan Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan edukasi keselarasan pola postural. Evaluasi nyeri dilakukan dengan Visual Analogue Scale (VAS). Kegiatan ini dilakukan dengan melibatkan 28 peserta posyandu lansia Kampung Bangunrejo, Kricak, Tegalrejo, Yogyakarta. Partisipan terdiri dari 14 lansia laki-laki dan 14 perempuan dengan rentang usia 60-86 tahun. Hasil menunjukkan seluruh partisipan mengalami penurunan skor nyeri, dengan perbedaan yang signifikan antara nilai sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Temuan ini menunjukkan bahwa pemanfaatan TENS dalam kegiatan posyandu lansia berpotensi menjadi pendekatan nonfarmakologis yang efektif dalam menurunkan keluhan nyeri muskuloskeletal serta mendukung upaya promotif dan preventif di tingkat komunitas.
Copyrights © 2026