Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi ekonomi lokal melalui digitalisasi pasar tradisional dengan studi kasus di Pasar Petisah, Medan. Latar belakang penelitian didasarkan pada tantangan daya saing pasar tradisional di tengah pertumbuhan perdagangan digital dan perubahan perilaku konsumen. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed methods) dengan pengumpulan data melalui survei terhadap pedagang, wawancara mendalam dengan pengelola pasar dan pemerintah daerah, serta analisis data transaksi sebelum dan sesudah penerapan sistem digital (pembayaran non-tunai dan promosi daring). Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi pasar berkontribusi terhadap peningkatan volume transaksi rata-rata pedagang, perluasan jangkauan konsumen, serta peningkatan transparansi pencatatan keuangan. Sebanyak lebih dari 60% responden pedagang mengalami peningkatan omzet setelah memanfaatkan platform digital dan sistem pembayaran elektronik. Selain itu, digitalisasi juga mendorong efisiensi operasional dan memperkuat integrasi pasar tradisional ke dalam ekosistem ekonomi digital lokal. Namun demikian, penelitian juga menemukan kendala berupa keterbatasan literasi digital, akses infrastruktur, serta resistensi sebagian pedagang terhadap perubahan teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa digitalisasi pasar tradisional dapat menjadi strategi efektif dalam mentransformasi ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan, asalkan disertai dengan pendampingan, pelatihan, dan dukungan kebijakan yang memadai.
Copyrights © 2025