Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fraud hexagon terhadap kemungkinan adanya kecurangan pada laporan keuangan dengan komite audit sebagai variabel moderasi. Populasi penelitian ini adalah perusahaan pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2022. Penarikan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dan didapatkan sejumlah 43 perusahaan sebagai sampel penelitian. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dan metode pengujian hipotesis menggunakan analisis regresi logistik serta analisis nilai selisih mutlak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kestabilan keuangan dan dualitas CEO berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemungkinan adanya kecurangan pada laporan keuangan serta efektivitas pengawasan berpengaruh negatif dan signifikan terhadap kemungkinan adanya kecurangan pada laporan keuangan. Sedangkan pergantian auditor, pergantian direksi dan koneksi politik tidak berpengaruh terhadap kemungkinan adanya kecurangan pada laporan keuangan
Copyrights © 2024