Daerah dengan tingkat fasilitas tinggi akan mampu mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi wilayahnya menjadi lebih baik. Di sisi lain, daerah dengan tingkat fasilitas yang kurang memadai akan lebih banyak berinteraksi dengan wilayah lain untuk mencukupi kebutuhannya. Apabila kemampuan daerah dalam hal interaksi tersebut lemah, maka akan terjadi ketimpangan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi spasial antarkecamatan di Kabupaten Sidoarjo dan mengidentifikasi kecamatan yang potensial sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Sidoarjo tahun 2021. Metode Skalogram dan Indeks Sentralitas digunakan untuk mengidentifikasi kecamatan yang potensial sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Hasilnya menunjukkan bahwa kecamatan dengan fasilitas publik yang lebih baik cenderung memiliki nilai sentralitas yang lebih tinggi, dan beberapa kecamatan di utara Kabupaten Sidoarjo memiliki potensi lebih besar sebagai pusat pertumbuhan ekonomi. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan wilayah perkotaan, diantaranya termasuk faktor lokasi dan pertumbuhan penduduk. Studi menunjukkan bahwa kenaikan jumlah penduduk dapat mempengaruhi pendapatan daerah dan pertumbuhan ekonomi di suatu wilayah, meskipun dampaknya dapat berbeda-beda tergantung pada kondisi lokal. Kabupaten Sidoarjo sebagai wilayah peri-urban mengalami pertumbuhan ekonomi yang didorong oleh efek pertumbuhan ekonomi dari wilayah sekitarnya yang disebut spread effect. Meskipun demikian, peningkatan perekonomian juga dapat menyebabkan ketimpangan ekonomi yang tercermin dalam peningkatan Rasio Gini.
Copyrights © 2024