Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh social media influencer dan literasi keuangan terhadap keputusan investasi cryptocurrency pada Generasi Z di Indonesia dengan perceived benefits sebagai variabel mediasi, berdasarkan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 140 responden yang merupakan anggota komunitas cryptocurrency di platform Telegram. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan kriteria tertentu, dan data dikumpulkan melalui kuesioner berbasis skala Likert. Analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa social media influencer dan literasi keuangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi cryptocurrency. Selain itu, kedua variabel tersebut juga berpengaruh signifikan terhadap perceived benefits, yang selanjutnya memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan investasi. Pengujian efek mediasi menunjukkan bahwa perceived benefits mampu memediasi secara parsial hubungan antara social media influencer dan literasi keuangan terhadap keputusan investasi. Temuan ini mengindikasikan bahwa keputusan investasi Generasi Z tidak hanya dipengaruhi oleh faktor eksternal berupa pengaruh sosial, tetapi juga oleh faktor internal berupa kemampuan literasi keuangan serta persepsi terhadap manfaat yang diperoleh dari investasi. Semakin tinggi tingkat literasi keuangan dan kredibilitas influencer, maka semakin kuat persepsi manfaat yang dirasakan, yang pada akhirnya mendorong pengambilan keputusan investasi yang lebih rasional, terarah, dan berkelanjutan di era digital.
Copyrights © 2026