Sektor industri manufaktur saat ini menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan konsistensi produktivitas di tengah persaingan global yang semakin kompetitif. Pelatihan kerja menjadi instrumen strategis utama untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam pengaruh program pelatihan kerja terhadap peningkatan produktivitas karyawan pada industri manufaktur melalui tinjauan literatur yang sistematis. Metode penelitian yang diterapkan adalah Systematic Literature Review (SLR) terhadap 15 artikel ilmiah nasional dan internasional yang diterbitkan dalam rentang tahun 2019-2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa pelatihan kerja secara konsisten memberikan dampak positif dan signifikan terhadap produktivitas melalui peningkatan keterampilan teknis (hard skills), efisiensi waktu kerja, dan kemampuan troubleshooting mesin secara mandiri. Studi ini juga mengungkap adanya fenomena kesenjangan kompetensi (competency gap) yang menyebabkan posisi strategis seperti manajer teknis masih didominasi tenaga kerja asing di kawasan industri besar. Temuan penelitian menekankan bahwa keberhasilan pelatihan sangat dipengaruhi oleh relevansi materi dengan standar global, dukungan teknologi Industri 4.0, serta internalisasi budaya Continuous Improvement atau Kaizen. Investasi pada pelatihan kerja bukan sekadar biaya operasional, melainkan strategi kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif dan kemandirian industri nasional. Hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi manajer operasional dan regulator dalam merancang program pengembangan karyawan yang lebih efektif melalui sistem mentoring formal dan sertifikasi internasional.
Copyrights © 2026