Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya, tingkat pendapatan, serta kelayakan finansial usahatani cabai di Kelurahan Batulapisi, Kecamatan Malino, Kabupaten Gowa. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap petani cabai sebagai responden. Data yang dikumpulkan terdiri atas data primer yang diperoleh langsung dari lapangan serta data sekunder yang mendukung analisis. Pengolahan data dilakukan melalui analisis pendapatan dan analisis kelayakan finansial yang mencakup perhitungan Benefit Cost Ratio (B/C Ratio) serta Break Even Point (BEP) sebagai indikator utama dalam menilai tingkat keuntungan dan risiko usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usahatani cabai di Kelurahan Batulapisi tergolong sangat layak secara finansial. Temuan ini mengindikasikan bahwa usahatani cabai berada pada posisi yang relatif aman dan menguntungkan, dengan risiko kerugian yang rendah. Faktor-faktor yang mendukung kelayakan tersebut antara lain efisiensi penggunaan biaya produksi, tingkat produktivitas yang relatif tinggi, harga jual cabai yang kompetitif, serta kemampuan petani dalam mengelola input produksi secara efektif. Dengan demikian, usahatani cabai memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai salah satu sumber pendapatan utama petani, khususnya di wilayah penelitian. Dukungan teknologi, akses pasar, dan kebijakan yang tepat akan semakin memperkuat keberhasilan pengembangan usahatani cabai di masa mendatang.
Copyrights © 2025