Pembelajaran abad 21 yang relevan dengan tantangan era society 5.0 menuntut pengembangan kemampuan HOTS, namun berbagai hasil penelitian menunjukkan bahwa capaian HOTS siswa Indonesia masih tergolong rendah di berbagai jenjang pendidikan. Model PBL memiliki potensi untuk meningkatkan HOTS karena menempatkan siswa sebagai subjek aktif dalam pemecahan masalah autentik, terlebih diintegrasikan dengan pendekatan SETS yang menekan keterkaitan konsep sains dengan permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi model PBL-SETS dalam meningkatkan kemampuan HOTS mahasiswa PGSD sebagai calon guru sekolah dasar. Metode yang digunakan yaitu metode kuantitatif quasi experiment dengan rancangan nonequivalent control group pretest posttest design. Subjek penelitian terdiri 72 mahasiswa PGSD dari perguruan tinggi swasta di Sukabumi, 36 mahasiswa kelas eksperimen dan 36 mahasiswa kelas kontrol. Teknik pengumpulan data berupa tes berbentuk soal uraian yang memuat kemampuan HOTS menurut Bloom yang telah direvisi oleh Anderson dan Krathwohl yang sudah dinyatakan valid dan reliabel. Teknik analisis data menggunakan independent sampel t test dan uji N-Gain. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa model PBL-SETS berpengaruh signifikan terhadap peningkatan HOTS mahasiswa PGSD. Uji statistic menunjukkan data berdistribusi normal dan homogen, serta hasil uji t dengan nilai signifikasi 0,000 < 0,05. Peningkatan HOTS pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan kelas kontrol berdasarkan uji N-Gain. Berdasarkan data tersebut, PBL-SETS terbukti cukup efektif dan layak untuk diterapkan.
Copyrights © 2026