Mie merupakan produk olahan terigu yang sangat populer di Indonesia, dengan tingkat konsumsi yang terus meningkat mencapai 3,96 bungkus per kapita pada 2021. Namun, ketergantungan pada impor gandum menjadi tantangan bagi kemandirian pangan nasional. Upaya diversifikasi pangan lokal melalui penggunaan tepung singkong dan talas menjadi alternatif strategis, meskipun kedua bahan tersebut memiliki kendala tekstur karena ketiadaan gluten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar serat pangan dan karakteristik tekstur (hardness) pada produk mie berbahan dasar tepung singkong dan talas dengan penambahan ikan wader sebagai mie tinggi serat dan gluten free. Pengembangan produk ini menggunakan formulasi yang terdiri dari 40% tepung singkong, 40% tepung talas, 8% tapioka, dan 12% tepung ikan wader. Analisis kadar serat pangan dilakukan menggunakan metode AOAC, sedangkan pengujian tekstur (hardness) menggunakan Texture Analyzer. Mie tersebut memiliki rata-rata kadar serat pangan sebesar 6,91 g/100g dan tingkat kekerasan rata-rata sebesar 829,577 gf. Hasil serat pangan dan tekstur dari produk ini menunjukkan bahwa penggunaan bahan lokal dari singkong, talas dengan penambahan ikan wader dapat menciptakan produk pangan fungsional yang kaya serat dengan tekstur yang belum layak untuk dikonsumsi.
Copyrights © 2026