Program Garuda Desa yang dilaksanakan di Desa Sindangbarang, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, bertujuan mengoptimalisasi potensi agrikultur lokal melalui diversifikasi produk olahan ubi ungu dan penguatan ekosistem niaga digital. Program ini melibatkan 45 peserta aktif yang tergabung dalam tiga kelompok sasaran, yaitu Kelompok Wanita Tani (KWT), PKK, dan Karang Taruna. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang dikombinasikan dengan metode CEFE (Creation Of Enterprises Formation Of Entrepreneurs), meliputi rangkaian Focus Group Discussion (FGD), pelatihan teknis produksi, serta pendampingan manajerial selama 5 bulan (Juli–November 2024). Tahapan intervensi mencakup konversi bahan baku menjadi tepung, pembuatan 4 varian pangan inovatif (cookies, sistik, roti, selai), workshop standarisasi kemasan, hingga fasilitasi legalitas usaha. Hasil program menunjukkan capaian indikator keberhasilan 100% yang ditandai dengan terbentuknya 1 kelompok usaha rintisan yang terlegalisasi, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikasi halal, serta tersedianya 3 platform e-commerce (Instagram, Shopee, Google Maps). Mitra strategis yang terlibat meliputi PLUT Kabupaten Kuningan, GenBI, Diskopdagperin, dan UPTD Pertanian Jalaksana. Temuan signifikan mengindikasikan bahwa integrasi aspek teknis produksi dengan literasi keuangan digital dan sertifikasi halal secara simultan efektif meningkatkan daya saing ekonomi desa. Program ini berhasil menciptakan model kemandirian yang berkelanjutan melalui sinergi kemitraan strategis lintas sektoral.
Copyrights © 2026