neck pain non-specific merupakan keluhan muskuloskeletal yang prevalent pada pekerja perkantoran dengan etiologi multifaktorial melibatkan faktor biomekanik dan psikologis. Tujuan: Untuk melakukan sintesis sistematis terhadap bukti ilmiah terkait biomekanik dan psikologis yang berasosiasi dengan neck pain non-specific pada pekerja perkantoran melalui systematic literature review. Metode: Pencarian sistematis dilakukan pada database PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar untuk publikasi tahun 2020-2025. Kriteria inklusi meliputi studi observasional dan eksperimental yang meneliti hubungan faktor biomekanik (kurva cervical, craniovertebral angle) dan/atau psikologis (tingkat stres) dengan neck pain non-specific pada pekerja perkantoran menggunakan instrumen tervalidasi. Ekstraksi data dan penilaian kualitas dilakukan secara independen oleh dua reviewer. Hasil: Dari 847 artikel teridentifikasi, 12 studi memenuhi kriteria inklusi (total n=1.887 partisipan). Delapan dari sembilan studi melaporkan hubungan signifikan antara penurunan CVA dengan neck pain (p<0,05), dengan nilai CVA rata-rata 37,2°-48,25° pada pekerja symptomatic. Lima dari tujuh studi menemukan asosiasi signifikan antara tingkat stres dengan neck pain, meskipun dengan heterogenitas hasil. Prevalensi scapular dyskinesis mencapai 89,9% dengan hubungan signifikan terhadap neck disability (p=0,019). Kesimpulan: Faktor biomekanik menunjukkan asosiasi konsisten dengan neck pain non-specific, sementara faktor psikologis memiliki hubungan kompleks yang memerlukan pendekatan multifaktorial dalam assessment dan manajemen.
Copyrights © 2026