Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENINGKATKAN PARTISIPASI SISWA KELAS V DALAM PEMBELAJARAN KEWARGANEGARAAN MELALUI METODE PEMBELAJARAN BERBASIS DISKUSI KELOMPOK KECIL Najjah, Syafinatun; Hamidah, Hasnah; Permata, Anggi
Bagimu Negeri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52657/bagimunegeri.v9i1.2893

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan model pembelajaran berbasis diskusi dengan perancangan pendidikan karakter pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindak Kelas (TKP) yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observan refleksi. Hasil menunjukan bahwa metode diskusi mampu mengembangkan kemampuan siswa secara pesat. Siswa lebih antusias,  terlibat aktif dalam diskusi, dan menunjukan keberanian dalam memberikan pendapat. Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri 1 Kresnomulyo kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Lampung. Sumber data primer meliputi guru kelas dan peserta didik, sedangkan sumber sekunder mencakup buku, dokumen, dan artikel ilmiah yang relevan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, praktik di lapangan, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi data. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis Miles dan Huberman, yaitu kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran berbasis diskusi dengan perancangan pendidikan karakter pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di Sekolah Dasar, dengan penentuan nilai-nilai karakter utama seperti kreativitas, kerja sama, tanggung jawab, kejujuran, dan keberlanjutan, membentuk suatu pendekatan pembelajaran yang holistik dan berdaya guna. Penerapan metode diskusi kelompok kecil terbukti dapat meningkatkan partisipasi siswa kelas V dalam pembelajaran PPKn, dari 27% siswa aktif pada pertemuan awal menjadi 94% setelah dua siklus pembelajaran. Peningkatan ini ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah siswa yang menjawab pertanyaan, menyampaikan pendapat, dan saling bekerja sama dalam diskusi kelompok.
Faktor Biomekanik Dan Psikologis Yang Berasosiasi Dengan Nyeri Leher Non- Spesifik Pada Pekerja Perkantoran: A Systematic Literature Review Hamidah, Hasnah; Budisusilowati, Bernadeth Novita
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.55997

Abstract

neck pain non-specific merupakan keluhan muskuloskeletal yang prevalent pada pekerja perkantoran dengan etiologi multifaktorial melibatkan faktor biomekanik dan psikologis. Tujuan: Untuk melakukan sintesis sistematis terhadap bukti ilmiah terkait biomekanik dan psikologis yang berasosiasi dengan neck pain non-specific pada pekerja perkantoran melalui systematic literature review. Metode: Pencarian sistematis dilakukan pada database PubMed, Scopus, Web of Science, dan Google Scholar untuk publikasi tahun 2020-2025. Kriteria inklusi meliputi studi observasional dan eksperimental yang meneliti hubungan faktor biomekanik (kurva cervical, craniovertebral angle) dan/atau psikologis (tingkat stres) dengan neck pain non-specific pada pekerja perkantoran menggunakan instrumen tervalidasi. Ekstraksi data dan penilaian kualitas dilakukan secara independen oleh dua reviewer. Hasil: Dari 847 artikel teridentifikasi, 12 studi memenuhi kriteria inklusi (total n=1.887 partisipan). Delapan dari sembilan studi melaporkan hubungan signifikan antara penurunan CVA dengan neck pain (p<0,05), dengan nilai CVA rata-rata 37,2°-48,25° pada pekerja symptomatic. Lima dari tujuh studi menemukan asosiasi signifikan antara tingkat stres dengan neck pain, meskipun dengan heterogenitas hasil. Prevalensi scapular dyskinesis mencapai 89,9% dengan hubungan signifikan terhadap neck disability (p=0,019). Kesimpulan: Faktor biomekanik menunjukkan asosiasi konsisten dengan neck pain non-specific, sementara faktor psikologis memiliki hubungan kompleks yang memerlukan pendekatan multifaktorial dalam assessment dan manajemen.