Pemanfaatan teknologi informasi, e-learning telah mengubah cara belajar mengajar menjadi lebih efisien dan praktis. Guru dan siswa dapat belajar secara virtual tanpa harus bertemu langsung di kelas, menggunakan internet untuk menyampaikan materi tanpa batasan tempat dan waktu. Banyak sekolah, termasuk SMAN 3 Mojokerto, telah menerapkan sistem e-learning ini. Meskipun e-learning menawarkan banyak keuntungan. Beberapa tantangan dan masalah perlu mendapat perhatian, terutama terkait dengan kemudahan penggunaan dan penerimaan teknologi oleh pengguna. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi penggunaan dan penerimaan sistem atau teknologi oleh pengguna menggunakan White Box, System Usability Scale (SUS), dan Technology Acceptance Model (TAM). Hasil penelitian menunjukkan jumlah fungsi yang diuji dalam pengujian white box adalah 30, dengan 31 test case. Semua fungsi berjalan sesuai dengan fungsionalitasnya dan tidak ditemukan error pada setiap fungsi yang diuji. Pada pengujian System Usability Scale yang dilakukan melalui penyebaran kuesioner, diperoleh skor SUS sebesar 52,055 yang masuk dalam kategori marginal low dan ok, dengan grade F. Hasil perhitungan nilai F dari Model Penerimaan Teknologi (Technology Acceptance Model) menunjukkan angka sebesar 0,738, dengan tingkat signifikansi mencapai 0,597, yang jauh melebihi batas 0,05. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua variabel independen dalam Technology Acceptance Model tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen System Usability Scale (SUS).
Copyrights © 2025