Pengobatan TB Paru lama menyebabkan ketidaklengkapan proses pengobatan menjadi lebih lama sehingga terjadi TB resisten obat dan kematian.Upaya dalam mengoptimalkan pengobatan TB Paru diantaranya adalah dengan memberikan dukungan keluarga dan melakukan manajemen diri pasien TB Paru yang baik selama proses pengobatan.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan manajemen diri pada pasien TB Paru di ruang rawat inap RSUD Kartini Karanganyar. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien TB Paru di ruang rawat inap RSUD Kartini Karanganyar. Sampel sebanyak 34 responden dengan teknik sampling menggunakan purposive sampling.Hasil penelitian: Dukungan keluarga pasien sebagian besar cukup sebanyak 21responden (61,8%) dan manajemen diri pasien sebagian besar cukup sebanyak 22 responden (64,7%). Hasil uji rank spearman didapatkan p value 0,000 < 0,05 yang berarti ada hubungan dukungan keluarga dengan manajemen diri pasien TB Paru. Terdapat hubungan dukungan keluarga dengan manajemen diri pasien TB Paru. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan intervensi untuk meningkatkan dukungan keluarga dan manajemen diri pasien TB Paru.
Copyrights © 2024