Di Kalimantan Barat, terdapat berbagai jenis padi lokal (Oryza sativa L.) yang dibudidayakan secara turun-temurun. Namun, peningkatan produksi padi terkendala oleh salinitas. Tidak semua jenis padi memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi tanah salin. Penelitian ini bertujuan mengkaji respons padi lokal terhadap salinitas pada fase perkecambahan, dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura pada September–Oktober 2024.Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) RAK dengan 3 ulangan. Perlakuan utama adalah konsentrasi NaCl: g0 = 0 ppm (kontrol), g1 = 2000 ppm, g2 = 4000 ppm. Sub-plot berupa varietas padi: Ringkak Duku, Ringkak Sanen, Ringkak Bali, Ringkak Singkawang, Ketupat Merah, Unggul Putih, Unggul Kuning, Unggul Cina, Inpari 34 Salin, dan Inpari 32. Total terdapat 90 unit percobaan, masing-masing dengan dua sampel.Parameter yang diukur meliputi kadar air, indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang akar, panjang plumula, dan berat kering kecambah. Hasil menunjukkan varietas Ringkak Bali memiliki respons terbaik terhadap variabel pengamatan. Varietas toleran meliputi Unggul Kuning, Unggul Putih, dan Ketupat Merah, sementara Ringkak Bali tergolong moderat, dan Ringkak Sanen termasuk sensitif.
Copyrights © 2026