Artikel ini membahas ritual adat sebagai sumber belajar pada mata pelajaran Sosiologi di sekolah menengah. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya pembelajaran Sosiologi yang bersifat tekstual, abstrak, dan kurang terhubung dengan realitas sosial-budaya peserta didik. Melalui metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif, artikel ini menelaah berbagai literatur tentang ritual adat, teori sosiologi, dan pendekatan pembelajaran kontekstual. Hasil kajian menunjukkan bahwa ritual adat memiliki potensi besar sebagai sumber belajar yang kaya nilai sosiologis, terutama dalam menjelaskan konsep solidaritas sosial, pengendalian sosial, stratifikasi sosial, perubahan sosial, dan pelestarian lingkungan. Ritual adat seperti Andingingi, Mappadendang, dan Rambu Solo memperlihatkan bahwa tradisi lokal bukan hanya warisan budaya, tetapi juga laboratorium sosial yang dapat dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman siswa terhadap fenomena masyarakat. Integrasi ritual adat dalam pembelajaran Sosiologi melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning dapat meningkatkan pemahaman konseptual, kemampuan berpikir kritis, kepekaan sosial, serta penguatan karakter dan identitas budaya peserta didik. Dengan demikian, ritual adat relevan dijadikan sebagai sumber belajar yang kontekstual, bermakna, dan transformatif dalam pembelajaran Sosiologi.
Copyrights © 2026