Kementerian Kesehatan dalam melaksanakan transformasi layanan primer merupakan salah satu pilar utama reformasi sistem kesehatan nasional. Salah satu wujud implementasinya adalah integrasi layanan kesehatan primer melalui Posyandu. Penelitian ini bertujuan untuk menilai kesiapan Posyandu Kenanga II dalam mendukung integrasi puskesmas, dengan fokus pada aspek sumber daya manusia. Penelitian menggunakan metode kualitatif eksploratif dengan teknik observasi, wawancara mendalam, dan telaah dokumen. Informan terdiri atas kepala desa, tim pembangunan desa, bidan desa, kepala puskesmas, empat kader, serta dua anggota masyarakat pengguna posyandu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman kader terkait konsep Posyandu masih terbatas, khususnya dalam komunikasi efektif, kunjungan rumah, pencatatan, dan pelaporan. Kesiapan sumber daya manusia di Posyandu Kenanga II dinilai belum optimal dalam mendukung pelaksanaan integrasi layanan primer. Sebagian besar kader belum memahami SOP ILP secara komprehensif dan pencatatan masih manual. Oleh karena itu, diperlukan pelatihan berkelanjutan, pengawasan rutin, serta peningkatan kolaborasi lintas sektor guna memperkuat kesiapan sumber daya manusia dalam mencapai target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030.
Copyrights © 2026