Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia, terutama pada kelompok lanjut usia. Karena sering tidak menunjukkan gejala, hipertensi dikenal sebagai silent killer. Di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lampung Selatan, kasus hipertensi pada lansia terus meningkat. Desa Hajimena dipilih sebagai lokasi penelitian karena tingginya angka kasus serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Hajimena. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 95 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah, kuesioner, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat (Chi-square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, riwayat keluarga, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan stres memiliki hubungan signifikan dengan hipertensi pada analisis bivariat. Namun, pada analisis multivariat, hanya riwayat keluarga, kebiasaan merokok, dan aktivitas fisik yang terbukti sebagai faktor dominan. IMT dan stres tidak menunjukkan pengaruh signifikan setelah dilakukan analisis lanjutan. Variabel lain seperti jenis kelamin, konsumsi garam, dan konsumsi alkohol tidak memiliki hubungan bermakna secara statistik. Hipertensi pada lansia dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan gaya hidup, dengan merokok, rendahnya aktivitas fisik, dan riwayat keluarga sebagai faktor utama. Upaya pencegahan berbasis modifikasi gaya hidup dan intervensi kesehatan masyarakat sangat diperlukan untuk menurunkan risiko hipertensi pada lansia.
Copyrights © 2026