Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Risiko Hipertensi pada Lansia di Desa Hajimena Lampung Selatan Bunga Bunga; Veronica Ela Rimawati; Niputu Sudiadnyani; Sigit Pratama Iustitia Nasruddin
Jurnal Medika Malahayati Vol 10, No 1 (2026): Volume 10 Nomor 1
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jmm.v10i1.21485

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama kematian di dunia, terutama pada kelompok lanjut usia. Karena sering tidak menunjukkan gejala, hipertensi dikenal sebagai silent killer. Di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lampung Selatan, kasus hipertensi pada lansia terus meningkat. Desa Hajimena dipilih sebagai lokasi penelitian karena tingginya angka kasus serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian hipertensi pada lansia di Desa Hajimena. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel terdiri dari 95 lansia yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran tekanan darah, kuesioner, dan wawancara, kemudian dianalisis menggunakan uji univariat, bivariat (Chi-square), dan multivariat (regresi logistik biner). Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia, riwayat keluarga, indeks massa tubuh (IMT), aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan stres memiliki hubungan signifikan dengan hipertensi pada analisis bivariat. Namun, pada analisis multivariat, hanya riwayat keluarga, kebiasaan merokok, dan aktivitas fisik yang terbukti sebagai faktor dominan. IMT dan stres tidak menunjukkan pengaruh signifikan setelah dilakukan analisis lanjutan. Variabel lain seperti jenis kelamin, konsumsi garam, dan konsumsi alkohol tidak memiliki hubungan bermakna secara statistik. Hipertensi pada lansia dipengaruhi oleh kombinasi faktor genetik dan gaya hidup, dengan merokok, rendahnya aktivitas fisik, dan riwayat keluarga sebagai faktor utama. Upaya pencegahan berbasis modifikasi gaya hidup dan intervensi kesehatan masyarakat sangat diperlukan untuk menurunkan risiko hipertensi pada lansia.
Hubungan Antara Tingkat Stres Dengan Indeks Massa Tubuh Pada Mahasiswa Angkatan 2021 S.D. 2023 Prodi Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Bandar Lampung Kurnia Ramadhan; Fonda Octarianingsih Sharrif; Veronica Ela Rimawati; Dessy Hermawan
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2026): Volume 13 Nomor 2
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i2.21212

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan cara yang umum digunakan untuk mengetahui status gizi dan menentukan apakah berat badan seseorang berada dalam kategori ideal. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi IMT adalah tingkat stres. Mahasiswa yang menempuh pendidikan pada fakultas kedokteran cenderung mengalami stres lebih tinggi dari pada mahasiswa dari fakultas lain, disebabkan oleh berbagai tekanan akademik seperti tinggal jauh dari keluarga, kendala finansial, beban tugas yang menumpuk, serta manajemen waktu yang kurang efektif. Stres dapat memengaruhi hormon yang mengatur nafsu makan, sehingga dapat menyebabkan perubahan pola makan dan berdampak pada perubahan IMT. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan IMT pada mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Angkatan 2021-2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional, melibatkan 211 responden yang dipilih secara simple random sampling. Data dikumpulkan melalui pengukuran berat dan tinggi badan serta kuesioner Perceived Stress Scale (PSS-10), dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan IMT (p = 0,024) pada mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Malahayati Angkatan 2021-2023.