Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Instrumen utama penelitian adalah peneliti sendiri, dibantu dengan alat pendukung seperti alat tulis, kamera, dan flashdisk. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data meliputi tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Nagih Bajau merupakan tari tradisional yang berasal dari Desa Sekungkung, Kecamatan Depati VII, Kabupaten Kerinci. Pada awalnya, tari ini ditampilkan pada siang hari setelah musyawarah panen padi sebagai bentuk ungkapan rasa syukur dan kegembiraan masyarakat. Namun, seiring perkembangan zaman, tari ini lebih sering dipentaskan dalam acara syukuran. Properti utama berupa kain (bajau) melambangkan rasa terima kasih tuan rumah kepada kerabat. Gerakan tari cenderung sederhana, berulang, dan menitikberatkan pada gerakan kaki dan tangan. Musik pengiring menggunakan kaleng dan dap (rebana). Penari tidak menggunakan riasan khusus dan mengenakan busana sopan seperti baju kurung atau gamis. Pertunjukan biasanya dilakukan di halaman rumah.
Copyrights © 2026