Pelaksanaan edukasi koperasi jangka pendek dalam program pengabdian kepada masyarakat kerap berbenturan dengan rendahnya partisipasi warga dan kesenjangan sosial yang kompleks. Penelitian ini bertujuan mengkaji proses pembelajaran transformatif mahasiswa ketika menghadapi disonansi pedagogis dan dinamika relasi kuasa dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik di Jetisharjo, Yogyakarta. Pendekatan kualitatif dengan rancangan inkuiri reflektif digunakan, di mana data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, jurnal reflektif harian, dan wawancara informal, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik yang dibingkai melalui empat lensa refleksi kritis Brookfield. Temuan menunjukkan bahwa persepsi warga terhadap koperasi bersifat pragmatis dan transaksional, pola partisipasi yang terbangun merepresentasikan tokenisme, serta mahasiswa mengalami kendala pedagogis akibat kesenjangan antara kerangka akademis dan realitas lapangan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa nilai utama program pengabdian jangka pendek terletak pada fungsinya sebagai laboratorium pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengasah kepekaan sosial dan kerendahan hati intelektual, bukan pada perubahan instan di masyarakat.
Copyrights © 2026