Data penyakit tidak menular (PTM) yang cukup tinggi di Kota Medan menjadi alasan utama perlunya deteksi dini sebagai langkah pencegahan. Salah satu program yang dirancang untuk mewujudkan hal tersebut adalah Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu). Dalam pelaksanaannya, kader memegang peran penting dan menjadi tolak ukur utama keberhasilan program ini. Oleh karena itu, evaluasi mengenai sejauh mana kader berperan dalam menekan angka PTM sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek sumber daya manusia, ketersediaan sarana, pelatihan yang mendukung, peran kader dalam pelaporan peserta Posbindu PTM, serta integrasi nilai-nilai keislaman dalam pelaksanaan kegiatan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap enam informan, dan penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Padang Bulan Medan pada bulan Januari hingga Mei 2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kader telah menjalankan tugas secara aktif, khususnya dalam pencatatan, pelaporan data, dan pelaksanaan kegiatan. Namun, peran mereka belum optimal karena masih ada kendala, seperti kurangnya regulasi yang jelas mengenai tugas pokok dan fungsi kader serta minimnya pelatihan berkelanjutan. Akibatnya, motivasi masyarakat untuk hadir ke Posbindu masih rendah. Diperlukan pembinaan intensif, pelatihan berkelanjutan, dan regulasi yang mendukung agar kader dapat berfungsi lebih efektif sebagai ujung tombak pengendalian PTM
Copyrights © 2026