Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kecemasan kompetitif pada atlet karate remaja dalam konteks komunitas olahraga serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya. Permasalahan utama yang ditemukan adalah munculnya kecemasan kompetitif, khususnya pada aspek somatik, yang berdampak pada penurunan performa saat bertanding. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui wawancara terstruktur, observasi, serta pemberian alat ukur Competitive State Anxiety Inventory-2. Subjek penelitian berjumlah dua belas atlet karate remaja yang aktif mengikuti kompetisi. Hasil asesmen menunjukkan bahwa sebagian besar atlet berada pada kategori sedang pada aspek kecemasan somatik, ditandai dengan gejala fisik seperti ketegangan tubuh, keringat dingin, dan rasa mual menjelang pertandingan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa kecemasan kompetitif merupakan permasalahan psikologis yang perlu ditangani secara komprehensif melalui pendekatan psikologis pada level individu dan lingkungan pendukung atlet.
Copyrights © 2026