Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara intensitas terapi music dengan tingkat ekspresi emosi mahasiswa Universitas Negeri Makassar. Fenomena meningkatnya tekanan akademik, sosial dan pribadi menyebabkan banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam mengekspresikan emosi secara sehat. Musik dipandang sebagai salah satu media alternatif untuk membantu mengatur dan menyalurkan emosi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional non-eksperimen. Populasi penelitian terdiri dari Mahasiswa Program Studi Bimbingan Dan Konseling Universitas Mahasiswa, dengan pengumpulan data melalui kuesioner daring. Analisis data dilakukan menggunakan uji deskriptif, uji normalitas Kolmogorov-Smimrnov, regresi linear sederhana, da uji korelasi pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara intensitas terapi music dan tingkat ekspresi emosi mahasiswa (r = 0,429; p = 0,001). Artinya semakin tinggi intensitas mahasiswa dalam melakukan terapi music, semakin tinggi pula kemampuan mereka dalam mengekspresikan emosi secara adaptif. Terapi music terbukti mampu menstimulasi system saraf otonom, mengurangi stress. Serta meningkatkan kesejatraan emosional. Temuan ini mendukung penerapan terapi musik sebagai terapi nonverbal yang efektif dalam bimbingan dan konseling, khususnya untuk membantu mahasiswa mengelola emosi dan kesehatan mental secara positif.
Copyrights © 2026