Masa remaja merupakan fase transisi yang ditandai oleh perubahan psikososial yang signifikan, termasuk terbentuknya identitas diri dan harga diri ( self-harga diri ). Remaja yang berhasil mengembangkan identitas diri yang stabil cenderung memiliki harga diri yang positif serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap tekanan sosial dan akademik. Sebaliknya, kebingungan identitas dapat menurunkan harga diri dan menimbulkan masalah psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan identitas remaja berdasarkan teori Erikson, mengeksplorasi hubungan antara identitas dan harga diri , serta mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi keduanya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan dengan menelaah literatur akademik, artikel jurnal nasional dan internasional, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa faktor intrapersonal, dukungan keluarga, guru, teman sebaya, lingkungan sekolah, serta layanan bimbingan konseling memiliki peran penting dalam pembentukan identitas dan harga diri remaja. Kajian ini menekankan perlunya intervensi terstruktur dari sekolah, keluarga, dan konselor untuk mendukung perkembangan psikososial remaja secara optimal. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan strategi konseling konseling yang efektif di sekolah, sekaligus membantu remaja menghadapi tantangan psikososial dengan lebih adaptif.
Copyrights © 2026