Bimbingan dan Konseling (BK) berperan mendukung perkembangan pribadi, sosial, belajar, dan karier peserta didik, namun pemanfaatannya sering terhambat oleh stigma dan persepsi keliru. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) terhadap sebelas artikel empiris terbit tahun 2014–2025 pada jenjang SMP dan SMA untuk mengidentifikasi bentuk stigma dan persepsi siswa terhadap layanan BK, faktor penyebab, serta dampaknya terhadap akses konseling. Hasil kajian menunjukkan adanya dua kecenderungan persepsi, yaitu positif ketika layanan BK bersifat suportif, humanis, menjaga kerahasiaan, dan berorientasi pengembangan; serta negatif ketika BK dipandang sebagai ruang hukuman sehingga memunculkan stigma dan menurunkan motivasi siswa untuk berkonsultasi. Stigma dipicu oleh kurangnya literasi fungsi BK, pengalaman negatif, minimnya sosialisasi, serta pengaruh lingkungan sekolah dan orang tua. Temuan ini menegaskan perlunya peningkatan kompetensi konselor, edukasi tentang fungsi BK, serta strategi komunikasi inklusif untuk memperkuat penerimaan layanan. Penelitian lanjutan dapat memperluas basis data dan konteks budaya guna memperkaya generalisasi temuan.
Copyrights © 2026