Peristiwa pengeboman di lingkungan sekolah merupakan kejadian traumatis yang berpotensi menimbulkan dampak psikologis bagi peserta didik. Potensi dampak dari trauma yang dialami korban yaitu terjadi pada aspek emosional, akademik, sosial, fisiologis, dan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dampak trauma psikologis siswa pasca pengeboman, mengkaji konsep dan tahapan konseling traumatik dalam penanganan trauma, serta menganalisis penerapan konseling traumatik sebagai upaya pemulihan trauma di lingkungan sekolah. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi dokumen atau studi kepustakaan. Data diperoleh melalui kajian terhadap buku, artikel jurnal ilmiah, serta pemberitaan media yang relevan dengan peristiwa pengeboman dan praktik konseling traumatik. Hasil kajian menunjukkan bahwa trauma pasca pengeboman dapat berdampak pada munculnya kecemasan berlebihan, gangguan konsentrasi belajar, penurunan partisipasi sosial, keluhan fisik, serta perubahan spiritual siswa. Konseling traumatik menjadi pendekatan yang relevan dalam membantu pemulihan psikologis siswa melalui tahapan awal, pertengahan, dan akhir konseling. Penerapan konseling traumatik di sekolah dapat dilakukan melalui pendekatan individual dan kelompok, kegiatan trauma healing, pendekatan religius, serta kolaborasi dengan tenaga profesional.
Copyrights © 2026