Gangguan pada saluran transmisi tegangan tinggi dapat memengaruhi keandalan sistem tenaga listrik, sehingga diperlukan metode yang cepat dan akurat dalam mengidentifikasi jenis serta lokasi gangguan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik gangguan dan menentukan lokasi gangguan pada saluran transmisi 150 kV GI Aurduri – GI Muara Tebo menggunakan data Digital Fault Recorder (DFR) dan Traveling Wave System (TWS). Identifikasi jenis gangguan dilakukan dengan metode fault signature berdasarkan rekaman DFR periode Januari–Agustus 2025. Estimasi lokasi gangguan dihitung secara manual menggunakan metode berbasis impedansi dan dibandingkan dengan hasil rekaman TWS serta hasil inspeksi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 10 kejadian gangguan, 8 gangguan disebabkan oleh petir, 1 oleh pohon, dan 1 oleh isolator kotor. Perbandingan hasil perhitungan manual dan data TWS menunjukkan selisih lokasi sekitar ±0,5 km dengan rentang 0,07–0,5 km. Analisis error menunjukkan bahwa metode DFR memiliki error maksimum sebesar 9,726% dengan rata-rata 6,785%, sedangkan metode TWS memiliki error maksimum 5,798% dengan rata-rata 2,954%. Kedua metode masih berada dalam batas toleransi sistem transmisi dan mampu memberikan estimasi lokasi gangguan secara andal untuk mendukung proses pemeliharaan dan pemulihan sistem. Kata Kunci— Lokasi Gangguan, Saluran Transmisi 150 kV, Digital Fault Recorder (DFR), Traveling Wave System (TWS), Karakteristik Gangguan
Copyrights © 2026