Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh teknik normalisasi terhadap konsistensi peringkat pada metode Simple Additive Weighting (SAW) dan Technique for Order of Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) dalam seleksi asisten laboratorium di Universitas Sepuluh Nopember Papua. Empat teknik normalisasi yang diuji meliputi Vector, Linear Max, Min-Max, dan Sum. Hasil menunjukkan bahwa metode SAW sensitif terhadap perubahan normalisasi, ditandai dengan fluktuasi peringkat dan nilai korelasi Spearman antara 0,842 hingga 0,927, di mana teknik Sum dan Min-Max memberikan konsistensi tertinggi. Sebaliknya, metode TOPSIS terbukti sangat robust dengan menghasilkan peringkat yang identik pada seluruh skenario dan nilai korelasi sempurna sebesar 1,000. Meskipun memiliki perbedaan pendekatan, kedua metode menunjukkan stabilitas pemenang sebesar 100%. Oleh karena itu, TOPSIS direkomendasikan karena stabilitasnya, sedangkan SAW disarankan menggunakan normalisasi Sum atau Min-Max.
Copyrights © 2026