Era digital menghadirkan tantangan serius bagi remaja Kristen dalam mempertahankan iman mereka. Paparan terhadap informasi instan, media sosial, dan gaya hidup permisif kerap menggeser nilai-nilai spiritual, menyebabkan penurunan komitmen religius dan krisis identitas iman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran spiritualitas orang tua dalam membentuk resiliensi iman remaja Kristen di tengah derasnya arus digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan, mengkaji berbagai literatur ilmiah terkait spiritualitas keluarga, pengasuhan iman, dan tantangan digital. Kebaruan dari studi ini terletak pada fokusnya terhadap dinamika relasional antara orang tua dan anak dalam konteks era digital, yang selama ini belum banyak dikaji secara mendalam, terutama di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas orang tua yang diwujudkan melalui keteladanan, komunikasi terbuka, aktivitas keagamaan bersama, serta penggunaan media digital secara bijak dan berperan signifikan dalam menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung ketahanan spiritual remaja. Kesimpulannya, penguatan peran spiritual orang tua dalam keluarga menjadi strategi krusial dalam menghadapi tantangan iman generasi muda di era digital.
Copyrights © 2026