Ungkapan tradisional merupakan salah satu bentuk tradisi lisan yang keberadaannya perlu dipertahankan dan dilestariikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fungsi dan makna tradisi lisan cecangkriman bagi masyarakat Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data dengan teknik catat. Dalam pengolahan data dilakukan tahapan klasifikasi, penerjemahan dan menganalisis data. Sumber data dalam kajian ini,diambildari Basita Paribasa Bali yang ditulis oleh W. Simpen AB. Untuk mengetahui fungsi dan makna cecangkriman, penulis menggunakan pendekatan teori fungsi folklore yang diungkapkan oleh Bascom dan untuk mengungkapkan makna dibantu dengan teori semiotika yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna yang ada dalam sebuah tanda baik berupa teks maupun benda. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan dalam rangka memperkaya khasanah ungkapan tradisional cecangkriman dalam fungsi dan makna yang terkandung di dalamnya.
Copyrights © 2020