Jurnal Bebasan
Vol 9 No 1 (2022)

AMBIVALENSI NARATOR DALAM CERPEN CELURIT WARISAN KARYA MUNA MAYASARI

Made Oktavia Vidiyanti (Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur)
Salamet Wahedi (Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur)



Article Info

Publish Date
29 Nov 2022

Abstract

Penelitian ini membahas kompleksitas dan kontradiktif stereotipe orang Madura di dalam cerpen Celurit Warisan karya Muna Masyari. ‘Celurit’ yang menjadi penanda stereotip keras orang Madura, ternyata juga dapat menjadi penanda baik, seperti persahabatan dan pembelaan terhadap harga diri. Dua sisi mata celurit yang bertolak belakang ini menggambarkan keterpecahan karakter tokoh-tokoh dalam cepren Celurit Warisan. Hal yang menarik untuk ditelusuri, sejauh mana tokoh-tokoh dalam cerpen tersebut mengalami keterpecahan jiwa. Penelitian tentang Celurit Warisan dilakukan dengan mempelajari fenomena orang Madura dalam cerita dan mengumpulkan bahan-bahan yang berhubungan dengan fenomena stereotip orang Madura. Pembahasan keterpecahan sosok Madura dalam cerpen Celurit Warisan dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif naratif, yaitu memahami pengalaman yang diekspresikan oleh penulis dalam ceritanya, yang menggambarkan satu rangkaian peristiwa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) celurit sebagai simbol stereotio orang Madura menyiratkan ambivalensi dalam diri tokoh cerita, (b) tokoh dalam cerpen Celurit Warisan memiliki kecenderungan untuk menolak sekaligus meniru narasi yang datang dari luar, dan (c) tokoh dalam cerpen Celurti Warisan menunjukkan karakter yang egaliter sekaligus nepotis.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

home

Publisher

Subject

Arts Humanities Education Languange, Linguistic, Communication & Media

Description

Jurnal Bébasan (2721-4362 and 2406-7466) is a linguistic and literary scientific journal managed by Kantor Bahasa Provinsi Banten and Perkumpulan pengelola Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pengajarannya (PPJB-SIP). This journal is a cross-disciplinary publication for researchers from ...