Kota sebagai gabungan dari berbagai aspek seringkali menciptakan permasalahan yang juga memberikan dampak pada berbagai subjek. Berhubungan dalam hal tersebut, kota-kota metropolitan yang juga merupakan pusat kegiatan tentu memiliki permasalahan yang berbeda dengan kota yang memiliki luas administratif yang lebih kecil. Kawasan perkotaan cenderung memperlihatkan tingkat kehangatan yang lebih tinggi daripada kawasan sekitarnya dikarenakan pertambahan aktivitas yang dilakukan populasi manusia yang tinggal didalamnya. Pada umumnya, tingkat kerapatan bangunan yang terdapat di pusat kota tinggi, sehingga ruang terbuka hijau (tutupan vegetasi) yang ada menjadi semakin berkurang dan digantikan dengan wilayah terbangun, permukaan tanah yang tergantikan tersebut akan lebih banyak menyerap panas matahari dan memantulkannya yang menyebabkan temperatur (atau lebih dikenal dengan Urban Heat Island) di kota itu naik, adanya kerapatan bangunan yang tinggi (Hyperdensity). Kawasan Penjaringan Sari Kota Surabaya adalah salah satu lokasi yang terdampak aktivitas tersebut sehingga memiliki temperature tinggi. Paradigma yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah post-positivisme dimana hubungan antara peneliti dengan realitas harus bersifat interaktif. Sedangkan , teknik penyajian data ditampilkan melalui gambar, peta dan sketsa. Prose pengembangkan visual lokasi menggunakan program 3D SketchUp 2020 yang dapat memberikan tampilan visual, ukuran yang dapat diimplementasikan pada lokasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi lapangan, dokumentasi serta wawancara dengan warga setempat. Hal ini berfungsi untuk mengambil data kenyamanan, ukuran lokasi dan kondisi setempat.
Copyrights © 2022