Pengembangan sistem berbasis pengetahuan bermanfaat dalam menyelesaiakan permasalahan dalam dunia medis seperti ketidakmampuan pasien dalam mengetahui tingkat keparahan. Hal ini dapat diselesaikan dengan metode logika fuzzy, sedangkan ketidakmampuan seorang pakar dalam mendefinisikan hubungan antara gejala-gejala kelainan dapat ditangani dengan metode faktor kepastian. Dalam penelitian ini, kedua metode digabungkan untuk membuat sistem diagnosis kelainan mata. Pengetahuan yang diperoleh dari literatur dan para ahli medis, berupa gejala dalam bentuk himpunan fuzzy dan himpunan crisp, serta aturan dengan nilai kepastian. Prosedur penalaran dimulai dari implikasi, komposisi aturan, defuzzyfikasi, dan perhitungan faktor kepastian. Sistem yang dikembangkan pada sebuah platform berupa form konsultasi yang menghasilkan kesimpulan berupa jenis kelainan. Kelebihan dari sistem ini adalah terdapat tingkat keparahan dari setiap kelainan yang diderita pasien. Pengujian sistem dilakukan untuk membandingkan hasil diagnosis spesialis dan diagnosis sistem. Hasil pengujian sistem yang dilakukan diperoleh nilai keakuratan sebesar 99% dari data yang diperoleh
Copyrights © 2022